Masjid Oman Al-Makmur urungkan qiyamullail berjamaah

Dalam menyikapi pertanyaan warga masyarakat dan jamaah tetap masjid oman apakah pada bulan ramadhan 1441 H ini masjid oman al-makmur akan menyelenggarakan juga shalat sunnah qiyamul lail secara berjamaah seperti tahun tahun sebelumnya. Pengurus lengkap masjid oman al-makmur telah menyelenggarakan rapat pada hari Senin tanggal 24 Mei 2020 / 18 Ramadhan 1441 H. malam selesai shalat Isya dan tarawih, dengan beberapa agenda pembahasan selain qiyamullail.
Shalat sunnah qiyamullail berjamaah adalah salah satu tradisi ramadhan yang sudah sering diselenggarakan oleh masjid oman al-makmur dengan imam khusus yang didatangkan dari jazirah arab atau belahan dunia Timur Tengah yang hafiz dengan qiraah yang masyhur dan merdu suaranya. Pelaksanaan qiyamullail biasanya mulai pukul 02:00 pagi sebanyak 8 rakaat tambah witir 3 rakaat dengan durasi waktu +/- 1,5 sd. 2 jam. Jamaahnya selain warga gampung Bandar Baru (lampriek) ada juga yang datang dari berbagai pelosok kota Banda Aceh dan Aceh Besar sehingga benar-benar memakmurkan masjid oman al-makmur. Seiring dengan kegiatan qiyamullail untuk mengantisipasi keterlambatan shahur bagi jamaah yang datang dimana rumahnya agak jauh dengan masjid disediakan makan shahur bersama hasil sumbangan dermawan dan para jamaah. Indah sekali, dan memantul ukhuwah Islamiyah yang erat. jamaah bisa melanjutkan kegiatan ibadahnya di masjid oman almakmur dan baru beranjak pulang ke rumah masing-masing setelah shalat shubuh, bahkan banyak yang melanjutkan dengan tilawatul Quran, berzikir dan berdoa masing-masing dengan suara tidak keras dan tidak mengganngu kekhusyuan jamaah yang lain sampai berakhir waktu syuruk.
Kerinduan jamaah terhadap suasana khidmad dan bersahaja di penghujung ramadhan yang telah mentradisi itu di masjid oman al-makmur yang tercipta dari kesadaran jamaah untuk mengejar predikat taqwa, keampunan dan terbebas dari jilatan api neraka selalu saja mekar dalam hati jamaah masjid oman al-makmur setiap kali ramadhan datang, tidak terkecuali pada ramadhan tahun ini yang diselimuti dengan ujian Allah SWT pandemi covid-19. Pengurus masjid oman al-makmur sangat memahami hal ini, namun setelah mempertimbangkan berbagai pandangan yang disampaikan oleh peserta rapat tersebut maka dengan sangat berat harus memilih keputusan yang mungkin tidak populer untuk tidak menyelenggarakan qiyamullail, dan tidak memberikan fasilitas iktikaf di masjid oman al-makmur pada ramadhan tahun ini, sembari memohon maaf dan mohon pengertian jamaah yang sebesar-besarnya atas keputusan ini.