Arsip Kategori: Informasi-Himbauan

Pertemuan Silatur Rahmi dengan Kepala DSI Kota Banda Aceh

Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Pertemuan Silaturrahmi Ketua Umum Dewan Pengurus Badan Kemakmuran Masjid Oman Al-Makmur Dr. Tgk. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M. dengan Plt Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh Tgk. Ridwan S.Ag., M.Pd. berlangsung dengan suasana gembira dan bersahaja di ruang kantor Masjid Oman Al-Makmur setelah shalat jum’at tanggal 28 Rajab 1442 H bertepatan tanggal 12 Maret 2021. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bapak Camat dan Bapak Kapolsek Kecamatan Kuta Alam, selain Bapak Mahyuni Keuchik Gampong Bandar Baru, Ketua II dan Wakil Sekretaris serta beberapa orang anggota Dewan Pengurus BKM Oman Al-Makmur yang juga ikut dalam ruang pertemuan tersebut.

Pengurus BKM Oman Al-Makmur sudah menerima surat yang disampaikan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Nomor : 450/82/2021 tanggal 8 Maret 2021 / 24 Rajab 1442 perihal silaturrahmi & memfasilitasi pelaksanaan zikir. Abu Ketua Umum Tgk. H. M. Jamil Ibrahim menyampaikan penghargaan dan terima kasih tak terhingga atas kesediaan waktu Kepala DSI Kota Banda Aceh Shalat Jum’at bersama di Masjid Oman Al-Makmur Gampong Bandar Baro yang dirangkaikan dengan pertemuan silaturrahmi dengan pengurus BKM. Dalam pertemuan tersebut Abu Ketua menyampaikan bahwa pada awal tahun 2020 pernah terjadi insiden perebutan masjid ini oleh sekelompok orang bukan masyarakat Bandar Baro yang diyakini bahwa pihak Dinas Syariat Islam Kota Banda sudah mengenal siapa saja orang tersebut karena para pejabat Kota Banda Aceh (Wakil Wali Kota, Asisten dan Kadis Syariat Islam Kota Banda Aceh) tidak lama setelah kejadian datang dengan pengawalan aparat keamanan menyampaikan mengambil alih kepengurusan BKM dengan membentuk Pengurus BKM sementara, dan setelah itu mengutus Imam khusus untuk memimpin shalat berjamaah yang dalam pelaksanaannya ikut merobah kebiasaan ritual yang sudah berlaku sejak Masjid Al-Makmur dibangun oleh masyarakat Gampong Bandar Baro (Lampriek). Zikir dengan suara nyaring dipimpin oleh Imam utusan dengan memakai pengeras suara langsung setelah selesai shalat (salam) dan pembacaan qunut subuh adalah ritual yang tidak dipraktikkan sebelumnya di Masjid Oman Al-Makmur, namun dikerjakan oleh Imam yang diutus pemko. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama kecuali beberapa kali waktu shalat saja, karena masyarakat gampong Bandar Baro tidak bisa menerima perubahan praktik ritual secara mendadak tanpa sosialisasi dengan menyebut alasan yang sahih dan rasional. Kaum Ibu (emak-emak) langsung turun tangan mencegah kehadiran Imam utusan masuk ke ruang shalat, mempertanyakan maksud perubahan kebiasaan ritual kepada Kepala DSI ketika keperogok sedang parkir mobil, dan berbagai upaya perjuangan kaum ibu lainnya dalam mempertahankan keutuhan Masjid Oman Al-Makmur. Sementara itu kaum Bapak yang dipimpinan langsung oleh Keuchik gampong Bandar Baro beserta para pemuka masyarakat datang menjumpai Wali Kota dan berdialog langsung dengan Bapak Wali Kota H. Aminullah Usman di Meuligounya sembari menyampaikan permohonan dan harapan supaya ketenteraman masyarakat gampong Bandar Baro tetap terjaga dan terpelihara jangan sampai terusik dengan gangguan tempat ibadah mereka Masjid Oman Al-Makmur oleh beberapa orang yang sengaja datang sebagai pengacau.

Bapak Wali Kota yang didampingi beberapa pejabat penting Balai Kota dan unsur Forkompimko menerima delegasi masyarakat Gampong Bandar Baro (Lampriek) di ruang pertemuan Meuligou Wali Kota Banda Aceh. Bapak Wali Kota memahami apa yang disampaikan delegasi masyarakat dan menyatakan dengan tegas bahwa Pemko mengembalikan kepada masyarakat untuk menentukan dan memilih kepengurusan Masjid Oman Al-Makmur dengan saran agar nama-nama yang telah tercatat kontroversi dalam rapat Forkompimko tidak dimasukkan dalam kepengurusan baru Masjid Al-Makmur. Berbekal komitmen dari Bapak Wali Kota ini maka tidak lama kemudian Keuchik Gampong Bandar Baro membentuk Panitia Pelaksana untuk menggelar Musyawarah Besar Masyarakat Gampong Bandar Baro bertempat di Masjid Al-Makmur dalam rangka memilih Pengurus Masjid Al-Makmur dan berhasil dilaksanakan dengan pemilihan langsung Tim Formatur.

Pengurus Masjid Al-Makmur hasil Mubes Masyarakat Gampong Bandar Baro yang dieksekusikan oleh Tim Formatur selanjutnya dikukuhkan dengan SK Keuchik Gampong Bandar Baro Nomor 19 Tahun 2020 tanggal 10 Februari 2020 tentang Penetapan Badan Kemakmuran Masjid Al-Makmur Gampong Bandar Baro Periode Tahun 2020-2024. Ketika acara peresmian / pelantikan Pengurus bertempat di Masjid Al-Makmur yang dihadiri sebahagian besar masyarakat gampong Bandar Baro yang didominasi kaum ibu, Bapak Keuchik selain menyarahkan SK pengankatan Pengurus juga menyerahkan kepada Pengurus Masjid Al-Makmur sebuah Reusam Gampong Bandar Baro Nomor 04 Tahun 2019 tentang Daftar Kewenangan Gampong berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Gampong sebagai turunan dari Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2018.

Ketika sampai pada pembicaraan rencana pelaksanaan zikir di Masjid Oman Al-Makmur sebagaimana dimaksud dalam surat Kepala DSI Kota Banda Aceh tersebut di atas, Abu Ketua Umum (Tgk. H. M. Jamil Ibrahim) secara serius berucap “ini seperti membangkit batang terendam” yang akan menimbulkan riak dan mengeruhkan air yang sudah jernih. Zikir dengan suara nyaring yang bernuansa ceremonial, saya belum menemukan dalil kebolehannya dalam mazhab Syafi’iy, meskipun Ibnu Taimiyah yang disebut beraliran Wahabiyah membolehkannya, kata Abu Ketua Umum. Rencana menggelar zikir dengan suara nyaring di Masjid Oman Al-Makmur sudah berulangkali disampaikan kepada Pengurus Masjid Al-Makmur karena telah direncanakan dalam program Zikir Gemilang, namun demikian sejak dahulu, ketika periode Pengurus Masjid (Agung) Al-Makmur yang di SK kan oleh Wali Kota Banda Aceh Pengurus Masjid Al-Makmur selalu diselimuti beban psychology dalam menyikapi perihal izin zikir ini. Apalagi Pengurus Masjid Al-Makmur sekarang yang dipilih dalam Mubes Masyarakat dan di SK kan oleh Keuchik Gampong Bandar Baro tentu beban psychologynya lebih berat lagi sehingga tidak berani memberi izin khawatir mendapat sanksi moral dari masyarakat. Setiap kali ada surat dengan maksud pengadaan zikir ini, Pengurus BKM Al-Makmur selalu mendapat peringatan keras dari para tokoh masyarakat Gampong Bandar Baro agar selalu memperhatikan kebiasaan yang hidup dalam masyarakat Gampong Bandar Baro dan tidak gegabah memberi izin zikir atas nama Pengurus Masjid. Semoga hal ini dapat dimaklumi dengan bijak oleh Panitia Zikir Gemilang dan Bapak Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh.

Semoga Perbaikan Kebocoran Atap / Deck Masjid Oman Almakmur Lancar


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Menyimak pengumuman pengurus Masjid Oman Al-Makmur pada hari Jum’at tanggal 5 Februari 2021 kemarin bahwa penerimaan dana waqaf perbaikan kebocoran atap / deck Masjid sudah mencapai 330 juta rupiah lebih hampir mencapai target 375 juta sesuai RAB yang telah diperhitungkan Bidang Sarana dan Prasarana dibawah koordinasi Ir. H. Rizal Aswandi, MT. Ketua I Dewan Pengurus BKM Al-Makmur, mantan Kepala Dinas PU Provinsi Aceh.

Adapun Rekanan Pelaksana yang ditunjuk setelah lulus seleksi kelayakan adalah saudara Imran Nasution, ST. secara personal. Pekerjaan perbaikan sudah dimulai sejak bulan Januari 2021 dengan target waktu penyelesaian antara 3-5 bulan. Setelah atap penutup deck dibuka tampak banyak sekali material hasil bobokan ketika perbaikan pada tahun-tahun sebelumnya tertimbun dalam saluran pembuangan air yang kemudian ditutup dengan atap seng.

Menurut penuturan warga Gampong Lampriek dan jamaah tetap masjiid ini bahwa kebocoran deck / atap Masjid ini sudah berulang kali terjadi, dan diperbaiki dengan menghabiskan dana yang besar, tidak lama kemudian bocor lagi sehingga maaf ketika ada warga yang mempertanyakan dengan nada agak miring: “… kenapa bocor bocor terus, apakah kebocon deck masjid akan dipelihara sebagai rutinitas pengurus, selang dua tahun pasti terdengar penguumuman mohon sumbangan untuk perbaikan atap masjid…”

Akhi H. Ramasetia, ST., M.Eng. ( Anggota Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan BKM Al-Makmur) yang dipercayakan sebagai salah seorang yang bertanggung jawab mengawasi pekerjaan perbaikan yang sedang dikerjakan rekanan pelaksana menuturkan bahwa riwayat perbaikan kebocoran beberapa kali sebelumnya, dilakukan dengan cara melapisi deck dengan pengecoran semen. Tidak lama kemudian bocor lagi ketika lapisan tambahan tersebut retak, kemudian diperbaiki lagi dengan menambah lapisan pengecoran semen yang baru di atasnya sehingga seluruh lapisan tambahan tersebut sudah melebihi 10 cm tingginya. Namun kemudian retak kembali dan seperti biasa air genangan menerobos kebawah membasahi ambal dan lantai tempat shalat. Akhirnyan perbaikan dilakukan dengan menutup deck dengan atap seng dan upaya ini juga ternyata gagal menghambat rembesan air menuju lantai temmpat jama’ah bersujud. Akhi Rama Setia menambahkan bahwa secara teknis, pekerjaan perbaikan yang dilakukan sekarang dimulai dengan membongkar atap seng dan lapisan beton yang cukup tebal yang sudah terbukti tidak berdaya menghambat kebocoran. Pekerjaan tambahan yang tidak ringan ini harus dijalani rekanan pelaksana dengan segala upayanya. Kita juga harus mengerti bahwa membongkar atap seng dan rangka bajanya, mengikis lapisan beton tambahan yang tidak berguna dengan volume melebihi puluhan meter kubic yang beratnya pulahan ton kemudian harus dibawa turun ke tanah secara manual tentu membutuhkan waktu. Hujan yang kerap turun pada bulan januari serta adanya hari-hari acara pernikahan di masjid ini yang membutuhkan suasana hening dan khidmat (tidak boleh terganggu dengan kebisingan pekerjaan perbaikan) sedikit banyak menjadi faktor penghambat lajunya pekerjaan perbaikan.

Kita do’akan semoga perbaikan kali ini mendapatkan hasil yang lebih baik dari perbaikan-perbaikan sebelumnya dengan pembiayaan dari sumbangan jama’ah murni yang bila dikalkulasikan seluruhnya sudah cukup besar jumlahnya.

Warkop Tower Coffee Simpang Lima Tarifnya Sederhana


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Hanya berjarak sekitar 50 meter dari Lobby Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, di sana ada sebuah warung kopi yang baru dibuka dan ditata dengan sentuhan manajemen modern namun masih pakai harga kios kampung. Warung kopi tersebut memakai nama Tower Coffee letaknya di sudut selatan pertokoan Simpang Lima. Memasuki Tower Coffee serasa berada di restoran mewah, bersih dan asri.

Mengisi waktu selesai Jamaah shubuh di Masjid Oman Al-Makmur, kami biasa mencari kopi dan sarapan pagi di sudut-sudut kota Banda Aceh, kadang kami berjalan sampai ke warung kopi yang ada Lambaro. Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain pula belalangnya, pepatah ini kami kira cocok untuk menggambarkan keragaman cita rasa yang kami dapatkan dalam pengalaman safari ngopi dan sarapan pagi kami. Berburu selera sering membuat kami lupa waktu dan jarak yang ditempuh.

Tower coffee membuat kami penasaran, selain tempatnya di tengah kota Banda Aceh, berada di antara deretan pertokoan Simpang Lima yang megah, dekat dengan bundaran Simpang Lima yang bersejarah, dan sangat dekat pula dengan Hotel berbintang Kyriad Muraya Banda Aceh. Karena itu dalam benak kami sempat terlintas bahwa harga makanan di Warkop Tower Coffee ini pasti mahal. Namun karena penasaran kami memberanikan diri untuk singgah walaupun persidaan dalam dompet kami tidak bersahaja.

Seperti biasa di warkop yang berkelas begitu kami menempati meja yang tersedia untuk para pengunjung kami disuguhi buku daftar menu makan dan minuman dengan cetakan lux. Setelah kami teliti item peritem menu yang ditawarkan ternyata harganya lumayan murah setara dengan harga makanan di kios-kios kampung, padahal sebagian besar makanannya langsung dimasak di dapur Warkop tersebut (bukan jajanan) oleh kookie yang terlatih. Maka makanan yang disuguhkan terasa masih hangat, cocok sekali sebagai santapan dalam suasana semilir angin yang sejuk dan suasana dingin di pagi hari.

Sambil menikmati kopi dan makanan yang masih hangat kami sempat ngobrol dangan pemilik Warkop Tower Coffee Simpang Lima yang ternyata seorang Pengusaha kawakan yang sudah kenyang dengan pengalaman jatuh bangun dalam menjalankan usaha, pernah dililit oleh hutang perbankan yang mencekik leher dan beliau mengatakan kini bertaubat nasuha karena telah terlanjur bergelimang dengan bunga bank konvensional yang difatwakan riba, karena waktu itu tidak ada alternatif lain bagi siapapun yang ingin mengembangkan usahanya pasti terlibat peminjaman modal di perbankan konvensioanal, bukan seperti sekarang sudah hadir di tengah-tengah masyarakat pembiayaan berasaskan Syariat Islam.

Dulu, ketika salah satu usaha retail saya mencapai puncak kemajuan pengelola perkreditan bank datang ke tempat usaha saya menawarkan pinjaman yang tak terbatas jumlahnya tanpa memperhatikan agunan, sayapun menangkap dan memanfaatkan kesempatan baik tersebut dengan membuka cabang usaha sampai ke kabupaten / kota di Aceh selain membeli aset toko dan tanah dalam rangka menyelamatkan modal yang datang melimpah. Saya meyakini bahwa manusia atau semua makhluk di muka bumi ini memiliki keterbatasan, dan Allah tidak akan memberikan semuanya yang kita inginkan sesuai dengan kudrah makhluk yang baharu dan memiliki keterbatasan. Dalam keterbatasan saja, ada manusia yang sombong, bagaimana lagi kalau Allah SWT meluluskan semua keinginan manusia tersebut. Saya terus terang tidak pernah menafikan bahwa usaha retail saya macet, sehingga saya kesulitan dalam melunasi pinjaman, karena itu saya persilahkan pihak peminjam untuk menjual aset-aset saya yang sudah saya daftarkan sebagai agunan untuk jaminan pelunasan pinjaman sesuai kesepakatan antara saya dan peminjam sebelum pinjaman diluncurkan untuk saya. Dan Alhamdulillah dengan cara seperti itu hutang saya sebagian besar sudah tertutupi.

H. Abubakar Usman, yang dikenal banyak orang dengan sebutan Pak Abubakar Metro punya falsafah atau pandangan yang unik dalam berusaha. Selain sebagai untuk ladang rezki, pendirian beliau dalam membuka usaha adalah untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat terutama anak-anak muda yang ingin mandiri. Maka pekerjaan beliau selain membuka peluang usaha juga menjadi tutor atau guru atau trainer yang siap mengajar dan membimbing pencari kerja di tempat usahanya utuk bisa menjadi pekerja yang baik dan siap pakai. Untuk menerima seorang pekerja, yang beliau pentingkan adalah komitmen yang bersangkutan “siap belajar sambil bekerja” dalam mengasah asa dan ketrampilan. Dan untuk itu para pekerja tidak perlu membayar dengan sejumlah uang, justru pak Abubakar yang bayar mereka setiap bulan atau harian. Pekerja hanya perlu menyiapkan hati, pikiran, penglihatan dan pendengaran pada arahan-arahan yang disampaikan oleh Pak Abubakar secara kasuistis (Learning by doing). Selain itu, beliau juga sangat mengharapkan agar karyawan (i) atau pekerja di tempat usahanya dapat melaksanakan ibadah shalat 5 waktu tepat waktu, secara berjamaah dan bergiliran supaya pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga. Karena menurut Pak Abubakar, usaha dan doa kepada Allah SWT harus dilakukan bareng-bareng atau beriringan. Membaca selawat kepada Nabi Muhammad dan membaca kalimat Alhamdulillah secara jahar sekedar terdengar telinga sendiri atau didalam hati tidak pernah akan mengganggu pelayanan bahkan akan memberi kekuatan moral bagi yang bersangkutan dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT yang akan mencerahkan hati pembacanya, melempangkan rezkinya dan menumbuhkan rasa optimisme dan percaya diri. Subhanallah !

Hosting Unlimited Indonesia

Pak Abubakar Metro selain seorang Pengusaha yang ulet dan tak kenal menyerah, juga sebagai salah seorang jamaah tetap dan Pengurus Masjid Oman Al-Makmur yang ikut andil dalam membangun Masjid Oman Al-Makmur dengan usaha, pemikiran dan hartanya. Salah satu amal jariyah beliau yang akan abadi mengalir pahalanya kepada beliau adalah beberapa pintu toko beliau di Jalan Gabus yang telah beliau waqafkan untuk Majid Oman Al-Makmur yang kini dijalankan oleh Badan Usaha 212 Mart yang hasilnya digunakan untuk operasional Masjid Oman Al-Makmur.

Saudara-saudaraku para tamu Allah jamaah masjid dimanapun anda berada, mari luangkan waktu walaupun sekali menjenguk saudara-saudara kita yang sedang berkiprah di Warkop di Tower Coffee Simpang Lima. Berilah masukan yang berharga kepada mereka untuk eksis dan kemajuan usahanya. Marilah kita memberikan dukungan dengan doa agar usahanya berjaya, dan bertambah banyak lagi amal jariyah yang bisa disumbangkan untuk rumah-rumah ibadah dan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan uluran tangannya. Semoga !!!