Arsip Kategori: Ekonomi

Kepala Perwakilan BI Buka Pelatihan Web dan SOP


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang diwakili Deputi Pengembangan dan Pelatihan T. Amir Hamzah, hari ini membuka pelatihan Web Masjid dan SOP Hotel Syariah Al-Makmur yang diselenggarakan selam dua hari bertempat di ruang rapat Hotel Syariah Al-Makmur lantai dua. Selain peserta pelatihan dari unsur masjid dan hotel hadir dalam acara pembukaan tersebut Abu Ketua Umum Dewan Pengurus BKM Al-Makmur Dr. Tgk. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H, M.M., Ketua II (Dr. Drs. Tgk. H. Jufri Ghalib, S.H., M.H.)yang membidangi pelayanan Ibadah, Hukum dan Teknilogi Infimatika, Sekretaris Tgk. Taufik Almusawwar, dan Wakil Sekretaris Tgk. Irwan Faisal

Abu Ketua Umum dalam kata sambutannya pada acara pembukaan tersebut antara lain menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan perlengkapan aset / barang inventaris yang telah diberikan bank Indonesia kepada Masjid Almakmur dalam hal ini untuk kepentingan Hotel Syariah Al-Makmur dan BMT Al-Makmur dalam kerangka Program Pengembangan Ekonomi Berbasis Masjid. Selain dari pada itu ada beberapa paket bantuan yang telah dimatangkan bersama Bapak H. Zainal Arifin Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh sebelumnya diharapkan dapat berlanjut terutama bantuan sarana penambahan kamar Hotel Syariah Al-Makmur dan tindak lanjut operasional BMT.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa beliau merasa senang mendapat kesempatan silaturrahmi di masjid oman almakmur baru 6 bulan bertugas di Banda Aceh, bareng pak Arifin Lubis pindah ke Jakarta. Banyak informasi yang disampaikan kepada beliau oleh bapak H. Zainal Arifin tentang progam pengembangan ekonomi berbasis masjid yang telah dilaksanakan di Aceh, termasuk di Masjid Oman Al-Makmur. Beliau juga menyampaikan salam dari bapak Kepala BI karena tidak bisa hadir berhubung ada acara bersamaan dengan kegiatan Bapak Gubernur. Beliau juga mengatakan bahwa kehadirannya lebih ditekankan pada silaturrahmi supaya lebih akrap dan terasa nuansa ibadahnya. Kebijakan BI konsisten untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah dalam hal ini perikekonomian Aceh secara Umum, yang terfokus pada dayah, pesantren dan masjid. Peran masjid sangat strategis dan vital dalam mendorong pengembangan ekonomi umat selain sebagai tempat ibadah masjid juga dapat digerakkan untuk kegiatan-kegitan yang bernilai ibadah. Kita juga harus menjadi percontohan dalam mengembangkan aspek-aspek diluar kegiatan ibadah. Saya baru tahu bahwa di sini ada hotel masjid yang bisa berkontribusi untuk pembiayaan kegiatan masjid. Kata bapak Deputi T. Amir Hamzah.

Beliau memastikan bahwa Walaupun terjadi pergantian pimpinan, Bank Indonesia tetap konsisten terhadap program-program yang telah direncanakan, karen kita bekerja sudah by System. Dan In Syaa Allah tetap akan dilanjutkan, apalagi disini ada qanun yang menunjang pelaksanaan syariat Islam lebih baik. Maka di Aceh BI lebih fokus pada program ekonomi syariat selain banyak program program lain yang diselenggarakan oleh Bi. Walaupun ketersidiaan anggaran ada naik dan turun, namun terhadap apa yang telah disepakati / ditetapkan In Syaa Allah akan diteruskan. Tentang rencana masjid oman berikutnya yang sudah disampaikan kepada BI Insya Allah akan difasilitasi. Kita juga sudah menggalakkan parawisata halal yang dijalankan oleh UMKN. Dalam menutup kata sambutannya bapak Deputi T. Amir Hamzah mengharapkan kegiatan pelatihan ini dapat menunjang program dan mendukung usaha Hotel Syariah Al-Makmur.

Pada acara pelatihan tersebut konsultan tim IT BI yang dikomandani Mas Fajar, salah satu anggota tim pakar yang ikut menyampaikan materi Website, Kang Zaki disela-sela waktu break sambil ngopi sore langsung melakukan migrasi atau upgrading website hotel.masjidomanalmakmur.id sehingga layak sebagai sebuah website hotel komersial. Pada hari kedua pelatihan, Hari Kamis tanggal 1 April 2021 tim Mas Fajar berencana sharing ilmu kepada manager, penata keuangan dan front officer hotel secara face to face hingga mereka benar-benar mampu menguasai cara menjalankan dan memanfaatkan semua konten dan fasilitas yang telah terpasang pada website hotel.masjidomanalmakmur.id termasuk aplikasi keuangan jurnal.id


Warkop Tower Coffee Simpang Lima Tarifnya Sederhana


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Hanya berjarak sekitar 50 meter dari Lobby Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, di sana ada sebuah warung kopi yang baru dibuka dan ditata dengan sentuhan manajemen modern namun masih pakai harga kios kampung. Warung kopi tersebut memakai nama Tower Coffee letaknya di sudut selatan pertokoan Simpang Lima. Memasuki Tower Coffee serasa berada di restoran mewah, bersih dan asri.

Mengisi waktu selesai Jamaah shubuh di Masjid Oman Al-Makmur, kami biasa mencari kopi dan sarapan pagi di sudut-sudut kota Banda Aceh, kadang kami berjalan sampai ke warung kopi yang ada Lambaro. Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain pula belalangnya, pepatah ini kami kira cocok untuk menggambarkan keragaman cita rasa yang kami dapatkan dalam pengalaman safari ngopi dan sarapan pagi kami. Berburu selera sering membuat kami lupa waktu dan jarak yang ditempuh.

Tower coffee membuat kami penasaran, selain tempatnya di tengah kota Banda Aceh, berada di antara deretan pertokoan Simpang Lima yang megah, dekat dengan bundaran Simpang Lima yang bersejarah, dan sangat dekat pula dengan Hotel berbintang Kyriad Muraya Banda Aceh. Karena itu dalam benak kami sempat terlintas bahwa harga makanan di Warkop Tower Coffee ini pasti mahal. Namun karena penasaran kami memberanikan diri untuk singgah walaupun persidaan dalam dompet kami tidak bersahaja.

Seperti biasa di warkop yang berkelas begitu kami menempati meja yang tersedia untuk para pengunjung kami disuguhi buku daftar menu makan dan minuman dengan cetakan lux. Setelah kami teliti item peritem menu yang ditawarkan ternyata harganya lumayan murah setara dengan harga makanan di kios-kios kampung, padahal sebagian besar makanannya langsung dimasak di dapur Warkop tersebut (bukan jajanan) oleh kookie yang terlatih. Maka makanan yang disuguhkan terasa masih hangat, cocok sekali sebagai santapan dalam suasana semilir angin yang sejuk dan suasana dingin di pagi hari.

Sambil menikmati kopi dan makanan yang masih hangat kami sempat ngobrol dangan pemilik Warkop Tower Coffee Simpang Lima yang ternyata seorang Pengusaha kawakan yang sudah kenyang dengan pengalaman jatuh bangun dalam menjalankan usaha, pernah dililit oleh hutang perbankan yang mencekik leher dan beliau mengatakan kini bertaubat nasuha karena telah terlanjur bergelimang dengan bunga bank konvensional yang difatwakan riba, karena waktu itu tidak ada alternatif lain bagi siapapun yang ingin mengembangkan usahanya pasti terlibat peminjaman modal di perbankan konvensioanal, bukan seperti sekarang sudah hadir di tengah-tengah masyarakat pembiayaan berasaskan Syariat Islam.

Dulu, ketika salah satu usaha retail saya mencapai puncak kemajuan pengelola perkreditan bank datang ke tempat usaha saya menawarkan pinjaman yang tak terbatas jumlahnya tanpa memperhatikan agunan, sayapun menangkap dan memanfaatkan kesempatan baik tersebut dengan membuka cabang usaha sampai ke kabupaten / kota di Aceh selain membeli aset toko dan tanah dalam rangka menyelamatkan modal yang datang melimpah. Saya meyakini bahwa manusia atau semua makhluk di muka bumi ini memiliki keterbatasan, dan Allah tidak akan memberikan semuanya yang kita inginkan sesuai dengan kudrah makhluk yang baharu dan memiliki keterbatasan. Dalam keterbatasan saja, ada manusia yang sombong, bagaimana lagi kalau Allah SWT meluluskan semua keinginan manusia tersebut. Saya terus terang tidak pernah menafikan bahwa usaha retail saya macet, sehingga saya kesulitan dalam melunasi pinjaman, karena itu saya persilahkan pihak peminjam untuk menjual aset-aset saya yang sudah saya daftarkan sebagai agunan untuk jaminan pelunasan pinjaman sesuai kesepakatan antara saya dan peminjam sebelum pinjaman diluncurkan untuk saya. Dan Alhamdulillah dengan cara seperti itu hutang saya sebagian besar sudah tertutupi.

H. Abubakar Usman, yang dikenal banyak orang dengan sebutan Pak Abubakar Metro punya falsafah atau pandangan yang unik dalam berusaha. Selain sebagai untuk ladang rezki, pendirian beliau dalam membuka usaha adalah untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat terutama anak-anak muda yang ingin mandiri. Maka pekerjaan beliau selain membuka peluang usaha juga menjadi tutor atau guru atau trainer yang siap mengajar dan membimbing pencari kerja di tempat usahanya utuk bisa menjadi pekerja yang baik dan siap pakai. Untuk menerima seorang pekerja, yang beliau pentingkan adalah komitmen yang bersangkutan “siap belajar sambil bekerja” dalam mengasah asa dan ketrampilan. Dan untuk itu para pekerja tidak perlu membayar dengan sejumlah uang, justru pak Abubakar yang bayar mereka setiap bulan atau harian. Pekerja hanya perlu menyiapkan hati, pikiran, penglihatan dan pendengaran pada arahan-arahan yang disampaikan oleh Pak Abubakar secara kasuistis (Learning by doing). Selain itu, beliau juga sangat mengharapkan agar karyawan (i) atau pekerja di tempat usahanya dapat melaksanakan ibadah shalat 5 waktu tepat waktu, secara berjamaah dan bergiliran supaya pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga. Karena menurut Pak Abubakar, usaha dan doa kepada Allah SWT harus dilakukan bareng-bareng atau beriringan. Membaca selawat kepada Nabi Muhammad dan membaca kalimat Alhamdulillah secara jahar sekedar terdengar telinga sendiri atau didalam hati tidak pernah akan mengganggu pelayanan bahkan akan memberi kekuatan moral bagi yang bersangkutan dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT yang akan mencerahkan hati pembacanya, melempangkan rezkinya dan menumbuhkan rasa optimisme dan percaya diri. Subhanallah !

Hosting Unlimited Indonesia

Pak Abubakar Metro selain seorang Pengusaha yang ulet dan tak kenal menyerah, juga sebagai salah seorang jamaah tetap dan Pengurus Masjid Oman Al-Makmur yang ikut andil dalam membangun Masjid Oman Al-Makmur dengan usaha, pemikiran dan hartanya. Salah satu amal jariyah beliau yang akan abadi mengalir pahalanya kepada beliau adalah beberapa pintu toko beliau di Jalan Gabus yang telah beliau waqafkan untuk Majid Oman Al-Makmur yang kini dijalankan oleh Badan Usaha 212 Mart yang hasilnya digunakan untuk operasional Masjid Oman Al-Makmur.

Saudara-saudaraku para tamu Allah jamaah masjid dimanapun anda berada, mari luangkan waktu walaupun sekali menjenguk saudara-saudara kita yang sedang berkiprah di Warkop di Tower Coffee Simpang Lima. Berilah masukan yang berharga kepada mereka untuk eksis dan kemajuan usahanya. Marilah kita memberikan dukungan dengan doa agar usahanya berjaya, dan bertambah banyak lagi amal jariyah yang bisa disumbangkan untuk rumah-rumah ibadah dan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan uluran tangannya. Semoga !!!


Ketua Dewan Pengawas BKM Al-Makmur Jadi Kadisperindag Aceh


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Pengurus BKM Al-Makmur dan anggota masyarakat Gampong Bandar Baru Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas kepercayaan Pemerintah Aceh yang telah mengangkat dan melantik Ir. Mohd. Tanwier, MM sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan Aceh.

Dalam kepengurusan BKM Al-Makmur Bandar Baru (Lampriek) periode 2020-2024 Ir. Mohd. Tanwier, MM yang terkenal dengan panggilan Pak Baong dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pengawas. Badan Kepengurusan Masjid (BKM) Al-Makmur berdasarkan Surat Keputusan Keuchik Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh Nomor 19 Tanggal 10 Februari 2020 terdiri dari atau merupakan gabungan dari empat Dewan di dalamnya, yaitu Dewan Pembina yang diketuai oleh Camat Kuta Alam, Dewan Penasehat yang diketuai oleh Prof. Dr. Drs. H. Nazaruddin AW, MA., Dewan Pengawas yang diketuai oleh Ir. H. Mohd. Tanwier, M.M., Dewan atau Majelis Imam yang diketuai oleh Ustadz Ir. H. Fauzan Zakaria, M.Si., dan Dewan Kepengurusan yang diketuai oleh Abu Dr. Drs. Tgk. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M. Pengurus BKM Al-Makmur tersebut adalah hasil pemilihan Musyawarah Besar (MUBES) Masyarakat Gampong Bandar Baru yang panitia mubesnya dibentuk dengan SK Keuchik Gampong Bandar Baru.

Pak Baong juga aktif dalam kepengurusan Koperasi Al-Hilal sebagai sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh pengurus BKM, jamaah Masjid Oman Al-Makmur dan masyarakat yang telah memenuhi syarat keanggotaan demi kepentingan bersama. Beliau terpilih sebagai anggota Badan Pengawas koperasi tersebut.

Kiprah Pak Baong dalam birokrasi pemerintahan memang tidak diragukan lagi, beliau ini sudah memiliki jam terbang yang memadai di lingkungan birokrasi pemerintahan di Aceh. Dia dikenal sebagai PNS yang lama berkecimpung di Dinas Pekerjaan Umum. Dia tercatat pernah memimpin sejumlah dinas, baik di kabupaten maupun provinsi. Terakhir, ia pernah menjabat sebagai Pj Bupati Aceh Tengah.

Rumah pribadi tempat tinggal beliau di Jalan Pari Gampong Bandar Baru (Lampriek) bersebelahan dengan Meunasah Baitul Makmur Gampong Bandar Baru, maka tidak heran kalau Pak Baong sering shalat berjamaah di meunasah ini dengan pakaian gamisnya. Habis shalat dan memanjat doa tidak langsung balik kanan pulang kerumah, apalagi kalau ada H. Edi Akhyar muazzin senior meunasah tersebut ada saja topik-topik pembicaraan yang hangat beliau perbincangkan berdua sambil menghirup dan melepaskan asap rokok masing-masing.

Setelah beberapa lama vacum bahkan sempat ada yang menduga beliau sudah pensiun dini, kini Pak Baong telah ditarik kembali ke alam birokrasi pemerintahan Aceh sejak hari Rabu tanggal 10 Juni 2020 bertepatan dengan tanggal 18 Syawal 1441 H., masa-masa santai yang pernah dinikmatinya selama ini akan segera sirna dengan beban tugas dan tanggung jawab yang terpundak dibahu beliau sekarang di Disperindag Aceh. Namun demikian sesibuk apapun beliau di sana, kita tentu masih mengharapkan ada waktu-waktu yang terluang yang bisa beliau hibahkan untuk memikirkan dan mengarahkan demi kemakmuran Masjid Al-Makmur dan Koperasi Al-Hilal Lampriek. Selamat bertugas Pak Baong dan mudah-mudahan amanah Pemerintah Aceh yang telah dipercayakan kepada bapak dalam sektor perindustrian dan perdagangan dapat dijalankan dengan baik sebagaimana mestinya. Akankah kontiner-kontiner barang masuk ke Aceh masih dikembalikan ke pelabuhan asal dalam keadaan kosong setelah barangnya dibongkor di Aceh tanpa mengisi dengan barang-barang dagangan hasil pertanian dan industri dari Aceh sebagaimana terjadi selama ini ? Mudahan-mudahan Allah SWT memberi cara dan kemampuan kepada pak Baong dalam mengubah kondisi ini.