Warkop Tower Coffee Simpang Lima Tarifnya Sederhana


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Hanya berjarak sekitar 50 meter dari Lobby Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, di sana ada sebuah warung kopi yang baru dibuka dan ditata dengan sentuhan manajemen modern namun masih pakai harga kios kampung. Warung kopi tersebut memakai nama Tower Coffee letaknya di sudut selatan pertokoan Simpang Lima. Memasuki Tower Coffee serasa berada di restoran mewah, bersih dan asri.

Mengisi waktu selesai Jamaah shubuh di Masjid Oman Al-Makmur, kami biasa mencari kopi dan sarapan pagi di sudut-sudut kota Banda Aceh, kadang kami berjalan sampai ke warung kopi yang ada Lambaro. Lain lubuk lain ikannya, lain padang lain pula belalangnya, pepatah ini kami kira cocok untuk menggambarkan keragaman cita rasa yang kami dapatkan dalam pengalaman safari ngopi dan sarapan pagi kami. Berburu selera sering membuat kami lupa waktu dan jarak yang ditempuh.

Tower coffee membuat kami penasaran, selain tempatnya di tengah kota Banda Aceh, berada di antara deretan pertokoan Simpang Lima yang megah, dekat dengan bundaran Simpang Lima yang bersejarah, dan sangat dekat pula dengan Hotel berbintang Kyriad Muraya Banda Aceh. Karena itu dalam benak kami sempat terlintas bahwa harga makanan di Warkop Tower Coffee ini pasti mahal. Namun karena penasaran kami memberanikan diri untuk singgah walaupun persidaan dalam dompet kami tidak bersahaja.

Seperti biasa di warkop yang berkelas begitu kami menempati meja yang tersedia untuk para pengunjung kami disuguhi buku daftar menu makan dan minuman dengan cetakan lux. Setelah kami teliti item peritem menu yang ditawarkan ternyata harganya lumayan murah setara dengan harga makanan di kios-kios kampung, padahal sebagian besar makanannya langsung dimasak di dapur Warkop tersebut (bukan jajanan) oleh kookie yang terlatih. Maka makanan yang disuguhkan terasa masih hangat, cocok sekali sebagai santapan dalam suasana semilir angin yang sejuk dan suasana dingin di pagi hari.

Sambil menikmati kopi dan makanan yang masih hangat kami sempat ngobrol dangan pemilik Warkop Tower Coffee Simpang Lima yang ternyata seorang Pengusaha kawakan yang sudah kenyang dengan pengalaman jatuh bangun dalam menjalankan usaha, pernah dililit oleh hutang perbankan yang mencekik leher dan beliau mengatakan kini bertaubat nasuha karena telah terlanjur bergelimang dengan bunga bank konvensional yang difatwakan riba, karena waktu itu tidak ada alternatif lain bagi siapapun yang ingin mengembangkan usahanya pasti terlibat peminjaman modal di perbankan konvensioanal, bukan seperti sekarang sudah hadir di tengah-tengah masyarakat pembiayaan berasaskan Syariat Islam.

Dulu, ketika salah satu usaha retail saya mencapai puncak kemajuan pengelola perkreditan bank datang ke tempat usaha saya menawarkan pinjaman yang tak terbatas jumlahnya tanpa memperhatikan agunan, sayapun menangkap dan memanfaatkan kesempatan baik tersebut dengan membuka cabang usaha sampai ke kabupaten / kota di Aceh selain membeli aset toko dan tanah dalam rangka menyelamatkan modal yang datang melimpah. Saya meyakini bahwa manusia atau semua makhluk di muka bumi ini memiliki keterbatasan, dan Allah tidak akan memberikan semuanya yang kita inginkan sesuai dengan kudrah makhluk yang baharu dan memiliki keterbatasan. Dalam keterbatasan saja, ada manusia yang sombong, bagaimana lagi kalau Allah SWT meluluskan semua keinginan manusia tersebut. Saya terus terang tidak pernah menafikan bahwa usaha retail saya macet, sehingga saya kesulitan dalam melunasi pinjaman, karena itu saya persilahkan pihak peminjam untuk menjual aset-aset saya yang sudah saya daftarkan sebagai agunan untuk jaminan pelunasan pinjaman sesuai kesepakatan antara saya dan peminjam sebelum pinjaman diluncurkan untuk saya. Dan Alhamdulillah dengan cara seperti itu hutang saya sebagian besar sudah tertutupi.

H. Abubakar Usman, yang dikenal banyak orang dengan sebutan Pak Abubakar Metro punya falsafah atau pandangan yang unik dalam berusaha. Selain sebagai untuk ladang rezki, pendirian beliau dalam membuka usaha adalah untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat terutama anak-anak muda yang ingin mandiri. Maka pekerjaan beliau selain membuka peluang usaha juga menjadi tutor atau guru atau trainer yang siap mengajar dan membimbing pencari kerja di tempat usahanya utuk bisa menjadi pekerja yang baik dan siap pakai. Untuk menerima seorang pekerja, yang beliau pentingkan adalah komitmen yang bersangkutan “siap belajar sambil bekerja” dalam mengasah asa dan ketrampilan. Dan untuk itu para pekerja tidak perlu membayar dengan sejumlah uang, justru pak Abubakar yang bayar mereka setiap bulan atau harian. Pekerja hanya perlu menyiapkan hati, pikiran, penglihatan dan pendengaran pada arahan-arahan yang disampaikan oleh Pak Abubakar secara kasuistis (Learning by doing). Selain itu, beliau juga sangat mengharapkan agar karyawan (i) atau pekerja di tempat usahanya dapat melaksanakan ibadah shalat 5 waktu tepat waktu, secara berjamaah dan bergiliran supaya pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga. Karena menurut Pak Abubakar, usaha dan doa kepada Allah SWT harus dilakukan bareng-bareng atau beriringan. Membaca selawat kepada Nabi Muhammad dan membaca kalimat Alhamdulillah secara jahar sekedar terdengar telinga sendiri atau didalam hati tidak pernah akan mengganggu pelayanan bahkan akan memberi kekuatan moral bagi yang bersangkutan dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT yang akan mencerahkan hati pembacanya, melempangkan rezkinya dan menumbuhkan rasa optimisme dan percaya diri. Subhanallah !

Hosting Unlimited Indonesia

Pak Abubakar Metro selain seorang Pengusaha yang ulet dan tak kenal menyerah, juga sebagai salah seorang jamaah tetap dan Pengurus Masjid Oman Al-Makmur yang ikut andil dalam membangun Masjid Oman Al-Makmur dengan usaha, pemikiran dan hartanya. Salah satu amal jariyah beliau yang akan abadi mengalir pahalanya kepada beliau adalah beberapa pintu toko beliau di Jalan Gabus yang telah beliau waqafkan untuk Majid Oman Al-Makmur yang kini dijalankan oleh Badan Usaha 212 Mart yang hasilnya digunakan untuk operasional Masjid Oman Al-Makmur.

Saudara-saudaraku para tamu Allah jamaah masjid dimanapun anda berada, mari luangkan waktu walaupun sekali menjenguk saudara-saudara kita yang sedang berkiprah di Warkop di Tower Coffee Simpang Lima. Berilah masukan yang berharga kepada mereka untuk eksis dan kemajuan usahanya. Marilah kita memberikan dukungan dengan doa agar usahanya berjaya, dan bertambah banyak lagi amal jariyah yang bisa disumbangkan untuk rumah-rumah ibadah dan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan uluran tangannya. Semoga !!!