Khuthbah Iedul Fitri 1441 H

بسم الله الرحمن الرحيم


Wabah Corona antara kacamata Iman dan Kacamata kuda

Pengalaman hidup di masa Pandemi Covid 19 ini sangat berharga bagi generasi kita. Nanti sejarah akan mengenang kisah kemanusiaan menghadapi krisis cobaaan wabah paling berpedampak abad ini.
Dalam kilasan sejarah,kita qmendapati tragedy wabah semacam ini terus terjadi dari waktu-ke waktu dengan jumlah korban yang tak sama dan dampak yang berbeda pula. Dari masa sahabat Nabi Saw sampai saat ini.

1. Selaku muslim kita diwajibkan memaknai kejadian ini dengan kacamata iman bukan hanya melihatnya sebagai krisis global semata. Apakah ada design di belakang ini semua atau ia hanya kejadian alam kebetulan semata?
Al-Quran menceritakan pada kita bahwa telah terjadi pada umat-umat terdahulu kesusahan hidup, kesengsaraan dan kemelaratan yang menghimpit mereka. Dan ternyata tidak terjadi secara kebetulan da nada tujuan yang menyertainya. Inilah positifnya islam, tidak ada yang kebetulan dan tidak ada pula yang sia-sia.
Allah berfirman :

“Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (Al-An’am 42)

Tragedy kemanusiaan terjadi dengan Izin Allah agar manusia memohon pada Allah dan mereka merendahkan diri. Adakah manusia sudah hidup secara otomatis dalam control dirinya sehingga sudah merasa tak butuh lagi pada Tuhan? Apakah manusia sudah congkak, angkuh dan sombong? Sehinggu harus diuji dengan kerendahan diri? Barangkali demikian adanya manusia di abad 21 ini.

Contoh dalam sejarah orang paling congkak dan sombong adalah Fir’aun. Karena kesombongan penguasa di kaumnnya, dan kaumnya yang mengikuti tipuan Fir’aun, Allah coba Fira’un dan kaumnya dengan kemelaratan dan kesengsaraan juga. Firman Allah :

“Dan Sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-A’raf : 130)
Lagi-lagi kita mendapatkan bahwa kejadian tersebut ada tujuannya. Supaya mereka mengambil pelajaran dan sebelumnya agar mereka merendahkan diri. Jadi tidak ada yang terjadi karena kebetulan dan tidak ada pula yang tanpa tujuan. Walau pernah terjadi sebelumnya, tragedy ini yang Nampak alami, tapi alami by design oleh Pencipta untuk sebuah banyak tujuan mulia. Kita percaya dan meyakininya.

Allah juga mengingatkan kalau yang demikian ini adalah ketentuan Allah yang akan terus terjadi kapan saja :

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah : 155)
Kekurangan jiwa dalam ayat tersebut adalah adanya kematian yang menimpa, keluarga, kerabat, dan saudara-saudara seiman lainnya. Allah menyebutkan, dalam kondisi demikian nanti, maka bergembiralah bagi orang yang mampu bersabar menghadapinya dan mau kembali pada Allah dengan merendahkan diri.
Lihat, Selalu saja nilai akhir dari segala tragedi kemanusiaan bersifat positif dalam islam.
Sehingga, dengan kejadian wabah ini, seorang mukmin tidak pernah mempertanyakan pertanyaan membingungkan seperti : kenapa ini terjadi? Dan apa tujuan dari semua ini? disaat orang non mukmin merasa bingung dengan petaka ini dan bahkan banyak yang mencaci kondisi, trauma, stress, depresi dengan masa depan tak menentu dan mengalami gangguan mental sampai bunuh diri.
Washingtonpost misalkan mengetangahkan berita seperti : The Coronavirus Pandemic is pushing America into a mental health crisis”. Healtheuropa memaparkan fakta berikut : An internasional study has revealed that 41% of the UK population’s mental health is at risk because of the Covud 19 Crisis”.
Kalaupun kita menghadapi krisis kesehatan, krisis ekonomi dan social, tapi kita terselamatkan dari krisis yang lebih parah dari itu, yaitu krisis mental dan jiwa. Ini semua dampak positif Iman kita.

2. Tapi kenapa kebanyakan orang, saat ini tidak juga merendahkan diri dengan mendekati Allah bahkan menganggap yang terjadi biasa saja? Hati mereka keras kata Allah. Tidak mau merubah pola pikirnya, sikap dan tingkah laku kehidupan yang lebih baik. lebih shalih (baik) dan muslih (orang yang memperbaiki). Allah menyatakan salah satu sebab dari hal tersebut adalah tak sanggupnya mereka meninggalkan kebiasaan yang telah mereka nikmati. Sehingga setan telah mampu menghiasi dalam hidup mereka dengan kebiasaan yang jauh dari Allah. Kita dapati saat social distancing, batasan keluar dan ngumpul tidak menjadikan mereka menyendiri dengan Allah dan mendekat dengan ibadah dan amal shalih. Bahkan yang ditunggu-tunggu adalah kapan bisa balik secepatnya melakukan kebiasaan yang telah selalu mereka kerjakan!

Firman Allah :

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun Menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Al-An’am :43)
Adakah shalat kita saat ini lebih khusyu dari biasanya? Adakah kepedulian membantu sesame yang membutuhkan lebih kita prioritaskan hari ini? adakah keshalihan dalam rumah tangga kita menjadi prioritas pikiran kita? Adakah hidup bersama al-Quran menjadi kebiasaan kita? Kalau iya, maka berbahagialah dengan keinsafan yang kita jalani masa wabah ini.
Namun bila justru sebagian kita tersibukkan berpikir kapan ia bisa kembali menjalani kebiasaan lama tanpa mampu merubah perangainya, maka ini yang disebutkan bahwa setan telah berhasil memasang kacamata kuda pada mereka.

3. krisis Corona telah menyadarkan kita bahwa keluarga punya makna penting dalam hidup. Saat kita hidup dengan dunia luar yang tak menentu, dengan segala ke khawatiran dan ancaman yang menerpa, ternyata keluarga adalah benteng kedamaain hidup yang tersisa diatas sepetak tanah bumi ini. di dalam rumah kita terdapat orang yang mencintai dan menyayangi kita dan yang kita cintai dan sayangi. Inilah makna berkeluarga sejak awal, mewujudkan ketentraman. firman Allah :

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Ruum : 21)
Kita tidak sendirian, kita merasa damai dan tentram. Bertaubatlah kita yang selama ini kurang perhatian dengan jalinan keluarga yang baik, memutuskan tali kerabat. Kerabat kita yang siap mensupport kita saat orang lain tak mau membantu meringankan beban hidup kita.
Jalinan kemanusiaan sejati terjadi dalam keluarga dan kerabat kita, saat manusia lain boleh memutuskan hubungan dengan kita kapan saja.

4. mari kita renungkan ! Berapa berat satu Virus? Diperkirakan 0,85 Attogram(ag)1 ag = 10 x -18gr= 10x-21 kg. Agar seorang sakit terinfeksi virus, maka itu perlu pada 70 milyar Virus dalam tubuhnya. Berat virus 70 milyar virus ,=0,000005 gr. Jumlah yang terinfeksi virus Corona dari sejak awal sampai hari ini sekitar 3,9 juta orang. Jumlah Virus yang menyerang mereka 3,9 juta orang adalah kurang lebih seberat 2,9 gr. Maka bayangkan, Di Bumi ada sekitar 7 milyar manusia dengan segala teknologi dan peradaban mutakhir super power. Semuanya tak berdaya menghadapi 2,9 gr virus yang menyerang mereka…!
Tidakkah nampak firman Allah :” …dan manusia diciptakan bersifat lemah!”.(An-Nisā’:28)
Saudaraku, walau Allah mempersempit pintu masuk ke dalam masjid, tapi Allah tidak pernah menutup pintu keampunanNya, walau jalan menuju tempat kerja kita sepi, tapi rahmat dan rizki Allah tidak berkurang apalagi putus. Khawatirlah kita kalau seandainya wabah ini tak mampu membuka pintu baru dan tidak merentas jalan lai bagi kita untuk menuju Allah SWT.
Selamat Hari raya Idul Fitri..

وكل عام وأنتم بخير، تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال

Pengumuman Pemenang Lomba Pidato Online

masjidomanalmakmur.id | 22 Mei 2020

Akhirnya kegiatan remaja Masjid Oman Al-Makumur dalam menggelar lomba pidato secara online sampai diujungnya, dengan mengumumkan siapa sang juara pada lomba tersebut, setelah melelaui proses penilaian para juri.
Kerja inovatif para remaja Masjid Oman Al-Makmur ini, patut kita beri apresiasi. Dalam deraan covid-19 dan protokol kesehatan dalam mengantisipasi penyebarannya, para remaja masjid tersebut tetap eksis dengan kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan (capacity building) muda-mudi anak bangsa yang pada saatnya nanti dalam perjalan waktu tanggung jawab kepengurusan dan kemakmuran masjid akan beralih ke pundak mereka. Dengan lomba pidato secara online tidak ada protokol kesehatan antisipasi covid-19 yang terlanggar. Mereka juga optimis bahwa kegiatan yang positif ini akan mendapat dukungan dari semua pihak termasuk dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Oman Al-Makmur, karena itu mereka berani merancang dan menyelenggarakan kegiatan ini dengan bermodal biaya nol rupiah di saat-saat kas masjid Oman Al-Makmur sedang sakarat karena minim pemasukan infak dan shadaqah sehubungan para jamaah harus patuh pada himbauan dengan hastag #lebihbaikdirumahsaja.
Apakah dengan demikian kegiatan ini diadakan oleh remaja asal-asalan asal jadi ? Tidak… tidak, mereka tetap menjaga kredibelitas, tanggungjawab dan kepercayaan. Trust itu penting, loh. Karena antara trust dan kepercayaan bagai dua sisi mata uang yang tidak mungkin terpisah, uang kertas saja memiliki dua sisi, apalagi dinar dan dirham.
Keseriusan dan profesionilitas remaja masjid oman almakmur dalam penyelenggaraan lomaba ini kuncinya terletak pada kualitas dan bobot para juri yang mumpuni dalam menyeleksi peserta yang layak dipilih sebagai juara selain pilihan para netizen melalui fasilitas option “like”.
Dewan juri yang terpercaya tersebut adalah : 1. Dr. H. M. Yasir Yusuf, M.A.; 2. Dr. H. Mizaj Iskandar, Lc, LLM, dan 3. Dr. T. Lembong Misbah, MA.

Sang juara terpilih dalam lomba pidato online tersebut adalah sebagai berikut :

Untuk katagori putra :
No Nama Nana Instagram Daerah Asal
1 Mukhtar Arif mukhtararif24 Bandung
2 Muhammad Khatami akhy.khatami Lhokseumawe, Aceh
3 Muhammad Dhafa dffaaa Nagan Raya, Aceh
4 Jundil Isalam Ibnu Muslikhin ibnmuslkhin Magelang
Untuk katagori putri :
No Nama Nana Instagram Daerah Asal
1 Anisah annisabatubara Mandailing Natal, Sumatera Utara
2 Uswatun Hasanah uswatun.01 Palembang
3 Nenden Aisyah Agustina nendennn.a Bandung
4 Isni Radifa Ramli isnirdf Lamkawee Darul Imarah Aceh Besar
Juara Faforit (Like terbanyak) :
No Nama Nana Instagram Daerah Asal Jumlah Like
1 Niea Zahara Phonna ra.nieazhara Samahani, Aceh Besar 1294
2 Zidni Hudaya Ahmad hudaya.zindy Jombang Jawa Timur 567

Pada kesempatan penyampaian pengumuman pemenang lomba pidato online yang berlangsung setelah shalat tarawih pada hari Jum’at malam tanggal 22 Mei 2020 / 29 Ramadlan 1441 H., turut dihadiri dan memberi sambutan oleh salah seorang Dewan Pembina BKM Al-Makmur ialah H. Zainal Arifin Direktur Bank Indonesia Cabang Banda Aceh. Beliau sangat antusias dengan acara yang diselenggarakan oleh para remaja ini yang diikuti oleh 162 peserta yang berasal dari 18 provinsi se Indonesia bahkan ada seorang peserta dari Mesir. Beliau mengharapkan agar kegiatan remaja mesjid terus menerus digulirkan dan tidak boleh berhenti dengan alasan apapun demi kemajuan masjid di masa yang akan datang.

Bank Indonesia dan Bank Aceh Serahkan Bantuan

Dua hari berturut turut pada penghujung bulan Ramadhan 1441 H, Majid Oman Almakmur dikunjungi pimpinan dua bank terkemuka yang berkedudukan di Banda Aceh, yaitu Bank Indonesia Banda Aceh dan Bank Aceh. Kehadiran mereka disambut dengan antusias oleh Pengurus Masjid Oman Al-Makmur langsung oleh Abu Ketua Umum Dr. Tgk. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M. yang didampingi oleh Sekretaris Tgk. M. Taufik Almusawar dan Wakil Sekretaris Tgk. H. Irwan Faisal, SE, AK, MM.
Pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2020 / 20 Ramadhan 1441 H., H. Zainal Arifin Direktur Bank Indonesia Banda Aceh dengan didampingi tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) membawa sejumlah paket bantuan untuk sejumlah anggota masyarakat dan beberapa orang petugas Masjid Oman Almakmur yang telah didata sebelumnya, yang dianggap layak menerima bantuan.
Pendistribusian paket sembako, vitamin, masker dan hand sanitazer adalah salah satu kegiatan program sosial Bank Indonesia dengan tag tema Dedikasi untuk Negeri, kali ini memilih tempat di halaman parkir Masjid Oman Al-Makmur. Pada kegiatan tersebut turut dihadiri antara lain oleh pejabat Dinas Sosial mewakili Pemko Banda Aceh serta para penerima bantuan.
Menurut rencana pendistribusian paket bantuan seperti ini akan dilanjutkan oleh Bank Indonesia Banda Aceh pada tahapan-tahapan berikutnya dalam rangka membantu meringankan kesulitan yang dihadapi masyarakat sehubungan imbas pandemi covid-19.
Masyarakat Gampong Bandar Baru (Lampriek) secara keseluruhan juga tidak luput dari imbas covid-19, mudah-mudahan pada pendistribusian paket bantuan pada tahapan berikutnya akan mendapat bahagian untuk mereka sebaimana mestinya.
Kegiatan penyaluran paket bantuan oleh BI ini, hendaknya menjadi stimulus dan mendapat perhatian intansi-instansi lain untuk melakukan hal serupa sehingga semua warga masyarakat Banda Aceh seyogiyanya mendapatkan paket bantuan.
Pak Keuchik sendiri tentu saja selalu memperhatikan kesulitan warganya dan berupaya mengatasinya dengan pengucuran program BLT dana Gampong dengan harapan dapat meringankan beban setiap warganya yang diterpa kesulitan akibat pandemi covid-19, yang Insya Allah tidak lama lagi akan berakhir. “Pat ujeun yang hana pirang pat perang yang hana reda” (ini adalah kata-kata pepatah atau tamsilan yang diyakini orang Aceh yang mencerminkan optimisme dan keberanian dalam menghadapi setiap tantangan. Maknanya dalam bahasa Indonesia lebih kurang bahwa hujan, demikian juga peperangan pasti ada akhirnya).
Pada hari berikutnya, Kamis tanggal 14 Mei 2020 / 21 Ramadhan 1441 H., rombongan pimpinan Bank Aceh yang diwakili Kepala Devisi Sekretaris Perusahaan Said Zainal Abidin menyerahkan bantuan uang tunai sejumlah 20 juta rupiah yang langsung diterima oleh Abu Ketua Umum dan turut disaksikan oleh Wakil Sekretaris dan Bendahara Masjid Oman Al-Makmur, H. Nasrun. Sebagimana jelas tertulis dalam spanduk yang yang dipegang Abu Ketua dan pak Said bahwa penyerahan bantuan tersebut dalam rangkaian kegiatan Bank Aceh Peduli Bantuan Kegiatan Syiar Ramadhan bagi masjid-masjid di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Terdesak oleh kondisi paceklik kas, pengurus Masjid Oman beberapa hari sebelumnya telah menyurati Pemerintah Daerah dan Bank Aceh menyampaikan kondisi kuangan yang sedang sulit karena seretnya pemasukan bantuan infak dan sedekah disebabkan jamaah harus tetap berada dirumah sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19. Sementara Masjid Oman masih tersangkut hutang kardu hasan dengan Bank Aceh untuk biaya pembangunan perluasan masjid beberapa tahun yang lalu yang wajib dibayarkan secara cicil setiap bulan sekitar 40 juta rupiah. Semula dijadwalkan bahwa hutang tersebut akan lunas pada akhir tahun 2020 ini. Namun karena kondisi yang belum pernah terbayangkan akan terjadi seperti ini, maka memerlukan relaksasi jadwal dan nominal cicilan. Dalam keadaan normal pengeluaran rutin Masjid Oman Al-Makmur setiap bulan tidak kurang dari 150 juta rupiah untuk keperluan pembayaran tagihan listrik sekitar 35 juta rupiah, pembayaran honor 50 orang petugas sejumlah 65 juta rupian dan selebihnya untuk bayar cicilan hutang kardu hasan kepada Bank Aceh.

Bank Indonesia pada tahun 2019 juga telah membantu Masjid Oman dalam bentuk penyediaan barang perlengkapan hotel Masjid Oman dan renovasi salah satu ruang masjid yang akan digunakan untuk pelayanan BMT yang kalau dirupiahkan sekitar 500 juta rupiah dalam bentuk bantuan hibah. Diharapkan pada saatnya nanti dengan adanya usaha perhotelan dan pelayanan BMT yang dikelola oleh koperasi akan menghasilkan keuntungan yang dapat menunjang pembiayaan rutin masjid selain bantuan infak dan sadakah dari para jamaah dan dermawan. In Syaa Allah.