Arsip Kategori: Humas-Sosial-Hukum

AHLI WARIS WAQAFKAN KOLEKSI PRIBADI A. RAHMAN KAOY

Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Keluarga Allahyarham Tgk. H. A. Rahman Kaoy beberapa saat yang lalu, tepatnya Jum’at, 2 April 2021, mewaqafkan buku, kitab dan barang-barang antik milik almarhum ke Masjid Al Makmur Gp. Lampriet Kota Banda Aceh. Barang-barang peninggalan almarhum ini merupakan koleksi pribadi beliau selama masa hidupnya berkiprah dalam dunia dakwah. Penyerahan ini dilakukan oleh ahli waris beliau yang dalam hal ini diwakili oleh anak almarhum, Ibu Khairiyah, dan diterima langsung oleh Pengurus Masjid Al Makmur Gp. Lampriet yang diwakili oleh Abu Ketua Umum Dewan Pengurus BKM Al-Makmur Dr. Tgk. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H, M.M.

Kedatangan keluarga almarhum ke Masjid Al Makmur di siang hari yang penuh berkah itu disambut oleh Keuchik Gampong Bandar Baru, Tgk. Mahyuni, dan pengurus masjid lainnya, diantaranya Dr. Drs. H. Jufri Ghalib, S.H., M.H (Ketua II), M. Taufik Almusawar (Sekretaris Umum) dan M. Fadhil Mukhtar (Pengelola Perpustakaan Masjid Al-Makmur). Selain itu, hadir juga Bapak Dr. Drs. H. Zailani, MA, MKes selaku perwakilan dari Dewan Penasehat Masjid Al Makmur yang ikut mendampingi pengurus selama pertemuan berlangsung dengan penuh kehangatan tersebut di ruang sekretariat pengurus Masjid Al Makmur.

Serah Terima Secara Simbolis Koleksi Pribadi Tgk. H. A. Rahman Kaoy
Serah Terima Barang Koleksi Pribadi Almarhum Tgk. H. A. Rahman Kaoy Dari Pihak Keluarga Kepada Pengurus Masjid Al Makmur

Dalam kesempatan yang singkat itu pula, Ibu Khairiyah selaku keluarga almarhum, menyampaikan rasa takzim dan syukur yang mendalam atas nikmat ilmu dan semangat dakwah yang telah Allah anugerahkan kepada almarhum selama hidupnya sehingga dapat berkontribusi bagi umat ini. Selain itu, beliau juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Masjid Al Makmur atas ikatan ukhuwah yang telah terjalin sangat baik dengan almarhum selama masa hidupnya, baik saat berkecimpung dalam kepengurusan Masjid Al Makmur maupun dalam pergaulan sehari-hari. Keluarga mengharapkan hubungan ini tidak terputus saat almarhum telah tiada, namun silaturrahim ini hendaknya terus berlanjut terutama dengan keluarga almarhum yang masih ada saat ini. Tidak lupa pula, keluarga meminta agar doa-doa terus dipanjatkan untuk kelapangan kubur dan diterimanya segala amalan beliau di sisi Allah Ta’ala.

Sebagai wujud kontribusi yang tidak pernah putus dari almarhum dan keinginan keluarga besar agar histori dengan masjid ini tidak pernah hilang, maka diwaqafkanlah sebahagian besar koleksi pribadi milik Tgk. H. A. Rahman Kaoy ini kepada Masjid Al Makmur untuk dijaga dan dimanfaatkan demi kepentingan umat, khususnya jama’ah masjid. Koleksi pribadi almarhum tersebut terdiri dari beberapa buku bacaan seperti sejarah Aceh dan wawasan berbagai bidang keilmuan, termasuk buku karangan beliau. Selain itu ada juga kitab-kitab muktabar karangan ulama-ulama dunia yang semuanya itu menjadi referensi almarhum selama berdakwah. Tidak ketinggalan, beberapa barang antik milik almarhum seperti pedang dan keris juga turut diwaqafkan.

Pengurus Masjid Al Makmur dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada almarhum H. A. Rahman Kaoy beserta keluarga atas dedikasinya selama ini dalam membangun, membina dan menguatkan dakwah Islam di Aceh, khususnya di Masjid Al Makmur yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dan kota Banda Aceh. Tentunya jasa-jasa beliau yang begitu besar dan ikhlas tidak dapat dihitung dengan kacamata dunia, namun hanya Allahlah yang mampu membalas segala kebaikan beliau di akhirat nanti. Pengurus merasa sangat bahagia atas kunjungan keluarga almarhum ke sekretariat Masjid Al Makmur Gp Bandar baru yang paling tidak telah mengobati kerinduan saat-saat penuh kenangan semasa dahulu bergaul bersama almarhum. Pengurus juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan keluarga untuk menerima dan menjaga peninggalan almarhum ini untuk dimanfaatkan bagi kemaslahatan umat. Insya Allah amanah ini akan dijalankan oleh pengurus dengan sebaik-baiknya sebagai bagian dari menjaga ikatan kekeluargaan yang telah terbangun. Semoga ini menjadi shadaqah jariyah bagi almarhum dan keluarga sebagai bekal menghadap Allah nanti.</>

Foto bersama Keluarga Allahyarham Tgk. H. A. Rahman Kaoy dengan pengurus Masjid Al Makmur

Sebagaimana kita ketahui bersama Tgk. H. A. Rahman Kaoy meninggal dunia pada penghujung Ramadhan 1441 H yang lalu di Gampong Tong Peria, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Almarhum yang wafat dalam usia 78 tahun ini semasa mudanya dikenal sebagai singa podium yang berdakwah ke seluruh pelosok Aceh dalam mengemban risalah Islam.

Tokoh kelahiran Pidie, 20 Juli 1942 ini pernah menjadi Dekan Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry yang kini menjadi UIN Ar-Raniry periode 2001-2004. Selain itu beliau juga pernah aktif sebagai Ketua Bidang Dakwah MPU Aceh, Lembaga Adat Aceh yang kini berubah menjadi Majelis Adat Aceh, Pengurus Masjid Agung Lampriet serta berbagai jabatan strategis lainnya.

H. A. Rahman Kaoy telah meninggalkan sejumlah tanda jasa yang bermanfaat untuk rakyat Aceh baik lisan, tulisan maupun perbuatan, salah satunya Masjid Al Makmur ini. Almarhum sebagai pengurus masjid, melobi pemerintah kerajaan Oman untuk membantu pembangunan masjid ini. Kini, peninggalan dari beliau inilah yang menjadi bukti nyata karya almarhum dalam perjuangan menegakkan Islam selama masa hidupnya. Semoga kita dapat meneladani sifat dan semangat beliau, dan Allah kembali mengumpulkan kita bersama di dalam syurga-Nya kelak. Amin.

In Memorium H. Edy Achyar, S.E.


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Inna Lillahi Wa Inna Ilaiui Rajiun, Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Sekitar pukul 9:00 WIB Tanggal 4 Maret 2021 bertepatan dengan tanggal 20 Rajab 1442 Hijriyah Tgk. H. Edy Achyar, S.E., meninggal dunia di ruang ICCU Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh setelah mendapat perawatan intensif selama satu hari satu malam atas gangguan kesehatannya secara mendadak sejak dini hari Rabu tanggal 3 Maret 2021 dan sejak shubuh hari Rabu itu pula di Meunasah Baitul Makmur tidak terdengar lagi suara kumandang azan yang dilantunkan pak Edy Achyar menandakan masuk waktu shalat.

Menjadi Muazzin tetap di Meunasah Baitul Makmur Jalan Pari Gampong Bandar Baru Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh adalah panggilan jiwa beliau sendiri tanpa ada yang meminta apa lagi menyuruh. Selain itu beliau juga dengan suka rela telah mewakafkan waktu dan perhatiannya secara konsisten untuk kemakmuran, pemeliharaan, kebersihan dan keindahan meunasah dan lingkungannya. Sejak tahun 2020 beliau terpilih sebagai Ketua III (membidangi tatakelola keuangan dan aset) Dewan Pengurus BKM Masjid Oman Al-Makmur. Pendataan dan Penertiban aset masjid telah beliau prioritaskan dan lakukan dengan meminta bantuan salah satu lembaga akuntan publik ternama di Banda Aceh yang kini sudah berjalan pada tahap finalisasi pendataan dan sinkronisasi aset.

BKM Oman Almakmur Serahkan Piagam Penghargaan kepada H. Zainal Arifin Lubis


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Pengurus BKM Oman Almakmur menyerahkan Piagam Penghargaan kepada H. Zainal Arifin Lubis yang akan segera meninggalkan Banda Aceh menuju Jakarta dalam rangka alih tugas sebagai Kepala Kantor Cabang Bank Indonesia Banda Aceh menjadi salah seorang pejabat di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta. Acara tersebut berlangsung dengan khidmat di hadapan mimbar Masjid Oman Almakmur selesai jamaah shalat maghrib hingga masuk waktu shalat Isya pada hari Ahad malam tanggal 27 September 2020 bertepatan dengan tanggal 9 Safar 1442 H.

Ketua Dewan Pengurus BKM Oman Almakmur dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa H. Zainal Arifin Lubis adalah jamaah tetap Masjid Oman selain sebagai salah seorang anggota Dewan Pembina BKM Oman Almakmur dan juga akan selalu menjadi duta Masjid Oman Almakmur dimanapun beliau bertugas. Selama beliau bertugas di Banda Aceh beliau sangat konsisten dalam membina dan mendorong bangkitnya perekonomian masyarakat dalam berbagai sektor supaya masyarakat Aceh segera bangkit dari lembah kemiskinan dan keterpurukan perekonomiannya. Karena ini pada tahun 2019 Bank Indonesia telah menggelontorkan bantuan hibbah dalam bentuk natura (barang, perkakas) untuk menunjang usaha Koperasi Al Hilal Masjid Oman Al Makmur, sebagai berikut :

No Bidang Usaha dan Pelayanan Bentuk Bantuan Harga
1 Usaha Hotel Al Hilal Satu Unit Genset, Mesin Cuci, dll. Rp. 449.000.000,00
2 BMT Al Hilal Sarana dan Prasarana Kantor Rp. 100.000.000,00
3 Perpustakaan Dua rak buku dan 400 exp. buku Rp. 32.000.000.00
4 Lomba Pidato Online RM se Nusantara

Hadiah untuk Pemenang Rp. 10.000.000.00
5 Sarana Transportasi Satu Unit Mobil Ford Everest Bekas Rp.

Bapak H. Zainal Arifin Lubis pada kesempatan tersebut kembali mengulang taushiyahnya yang sudah sering disampaikan dalam setiap pertemuan dengan pengurus BKM Oman Almakmur termasuk pertemuan yang diselenggarakan di kantor Bank Indonesia Banda Aceh dalam rangka membicarakan langkah dan kiat perbaikan ekonomi masyarakat dengan pemuka masyarakat dari berbagai kalangan. Beliau selalu menekankan pentingnya kekompakan tokoh-tokoh panutan masyarakat baik yang berkecimpung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun lembaga pendidikan formal dan non formal, berbeda pendapatan tidak seharusnya menjadi pemicu perbedaan pendapat karena setiap orang sudah ditentukan pendapatannya oleh Allah SWT sesuai ikhtiarnya masing-masing. Apabila pemuka masyarakat tidak kompak dan banyak menghabiskan waktu untuk memaksakan pendapatnya dalam bidang tertentu agar diamini oleh orang lain kapan berpikir untuk kemakmuran masyarakat sekelilingnya. Kita harus segera kembali menciptakan kondisi yang rukun dan bersatu dan selalu mengikuti dan mengamalkan sifat-sifat yang diwariskan Nabi kita yaitu :

  • Shidiq (Jujur), Jujur kepada diri sendiri juga kepada orang lain. Sifat jujur akan melahirkan sifat keyakinan dan keberanian untuk menghadapi ujian, apapun bentuknya.;
  • Amanah. Sifat amanah mendorong seseorang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungannya. Keberadaan sifat ini akan membangun kekuatan diri dan memperbaiki kualitas hubungan sosial.;
  • Tablig (Komunikatif), Seorang pebisnis harus menjadi marketing yang hebat, juga harus menjadi seorang pembicara yang unggul
  • Fathonah (Cerdik) Seorang pebisnis harus memiliki kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Lalu muncul kreativitas, ide dan wawasan. Pada akhirnya, produk atau jasa yang dikeluarkan pun akan menjadi produk unggulan dan sempuna. Karena produk yang dihasilkan unggulan, pelanggan pun senang dan menaruh kepercayaan (trust).
  • Aceh memiliki potensi keekonomian yang memadai dalam berbagai sektor, seharusnya Aceh lebih maju dalam perekonomian ketimbang daerah-daerah lain yang sumber alamnya sangat terbatas, karena itu kita harus selalu introspeksi dimana letak kesalahannya dan harus siap dan berani untuk memperbaikinya secara sehat. Beliau menitip harapan agar masjid pada umumnya dan Masjid Oman Almakmur pada khususnya akan tampil sebagai pelopor penggerak ekonomi kemasyarakatan di lingkungannya dan lingkungan para jamaah setia Masjid Oman Almakmur.