SEKILAS INFO
  • 3 bulan yang lalu / Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat datang di website Masjid Oman Almakmur Banda Aceh Mudah-mudahan informasi dan data yang kami sajikan bermanfaat bagi bagi para Pengunjung
  • 5 bulan yang lalu / DIRGAHAYU HUT RI KE 77 DIRGAHAYU HUT RI KE 77 DIRGAHAYU HUT RI KE 77 DIRGAHAYU HUT RI KE 77  
WAKTU :

Menyambut Gerhana Bulan Total November 2022 | Masjid Oman Almakmur Selenggarakan Shalat Sunat Khusuf :

Terbit 7 November 2022 | Oleh : admin | Kategori : Berita
Menyambut Gerhana Bulan Total November 2022

Gerhana Bulan total 8 November 2022 memiliki durasi selama 1 jam, 24 menit, 58 detik dan durasi umbral (sebagian + total) selama 3 jam, 39 menit, 50 detik. Puncak gerhana Bulan total 8 November 2022 dapat disaksikan mulai Jam 18.00 WIB/19.00 Wita, atau 20.00 WIT.
Secara lengkap jadwal wilayah terjadinya gerhana Bulan total pada 8 November adalah sebagai berikut:
1. Jam Awal Penumbra (P1) gerhana terjadi pada Jam 15.02 WIB/16.02 Wita/17.02 WIT: Tidak dapat teramati dari Seluruh Indonesia
2. Jam Awal Sebagian (U1) gerhana terjadi pada Jam 16.09 WIB/17.09 Wita/18.09 WIT: Wilayah yang bisa menyaksikan Papua, Papua Barat, Pulau Seram, Pulau Halmahera, Kepulauan Aru, Kepulauan Kai, Kepulauan Tanimbar
3. Jam Awal Total (U2) gerhana terjadi pada Jam 17.16 WIB/18.16 Wita/19.16 WIT: Wilayah yang bisa mengamaati Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi NTT, NTB, Bali, Kaltara, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kapuas Hulu
4. Jam Puncak gerhana terjadi pada Jam 18.00 WIB/19.00 Wita/20.00 WIT: Seluruh Indonesia bisa mengamati kecuali Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu
5. Akhir Total (U3) gerhana terjadi pada Jam 18.41WIB/19.41 Wita/20.41 WIB: Seluruh Indonesia bisa mengamati
6. Akhir Sebagian (U4) gerhana terjadi pada Jam 19.49 WIB/20.49 Wita/21.49 WIT: Seluruh Indonesia bisa mengamati
7. Akhir Penumbra (P4) gerhana terjadi pada Jam 20.56 WIB/21.56 Wita/22.56 WIT: Seluruh Indonesia bisa mengamati.

Dampak gerhana Bulan
Ahli astronomi dan astrofisika Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengatakan, tidak ada dampak langsung dari gerhana Bulan total  8 November 2022 ini. “Tidak ada dampak langsung, tetapi pasang maksimum di laut bisa dipengaruhi oleh konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari,” jelasnya, dikutip dari Kompas.com (2/11/2022).
Ia mengatakan, secara umum, konfigurasi Bumi, Bulan, Matahari memang akan berpengaruh pada pasang maksimum. Adapun terkait rob, menurutnya terjadi tidak bersamaan dengan gerhana. “Terkait dengan prakiraan rob awal November, banjir rob diprakirakan tidak bersamaan dengan terjadinya gerhana Bulan,” kata dia.
Banjir rob itu justru diprakirakan terjadi di Pantai Jawa Timur sekitar 7 November 2022. Sementara di Pantai Jawa bagian barat dan tengah diperkirakan sekitar 12 November 2022.
Pengertian gerhana Bulan total
Thomas menjelaskan, gerhana Bulan total adalah fenomena terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Fenomena ini terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis lurus.
Bulan akan masuk seluruhnya ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi. Akibatnya, tidak ada sinar Matahari yang bisa dipantulkan ke permukaan Bulan. Saat puncak gerhana Bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah.

Tata cara shalat gerhana
Saat gerhana Bulan Total terjadi 8 November 2022, umat Islam disunahkan melakukan shalat gerhana.
Adapun tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:
1. Memastikan terjadinya gerhana bulan atau matahari terlebih dahulu.
2. Shalat gerhana dilakukan saat gerhana sedang terjadi.
3. Sebelum shalat, jamaah dapat diingatkan dengan ungkapan,”As-Shalâtu jâmi’ah.”
4. Niat melakukan shalat gerhana bulan (khusuful qamar) bagi ma’mum / jamaah :

    أُصَلِّيْ سُنَّةً  لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ  مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى 

5. Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua rakaat.
6. Setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku’ dan dua kali sujud.
7. Setelah ruku’ pertama dari setiap rakaat membaca Al-Fatihah dan surat kembali.
8. Pada rakaat pertama, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan surat pertama lebih panjang daripada surat kedua.
9. Setelah shalat disunahkan untuk berkhutbah.

Hal yang sebaiknya diperhatikan adalah dalam soal ruku’nya. Ruku’ yang pertama dalam rakaat pertama lebih panjang dari yang kedua. Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab-kitab fiqih madzhab Syafi’i, pada ruku’ pertama membaca tasbih kira-kira lamanya sama dengan membaca seratus ayat surat Al-Baqarah, sedang ruku’ kedua kira-kira delapan puluh ayat. Begitu seterusnya dalam rakaat kedua.
Untuk ruku’ pertama pada rakaat kedua membaca tasbih lamanya kira-kira sama dengan membaca tujuh puluh ayat surat Al-Baqarah, dan ruku’ keduanya kira-kira lamanya sama dengan membaca lima puluh ayat.
Mengenai sujud memang ada yang mengatakan tidak perlu lama. Tetapi pendapat ini menurut Muhammad az-Zuhri al-Ghamrawi pendapat yang sahih adalah pendapat yang menyatakan bahwa sujud juga lama.
Dengan kata lain, sujud pertama dalam rakaat pertama membaca tasbih lamanya kira-kira seratus ayat surat Al-Baqarah dan untuk sujud kedua kira-kira lamanya sama dengan membaca delapan puluh ayat. Sedang sujud pertama dalam rakaat kedua lamanya kira-kira sama dengan membaca tujuh puluh ayat surat Al-Baqarah, dan sujud kedua dalam rakaat kedua lamanya sama dengan membaca lima puluh ayat.
Di samping itu bacaan surat dalam shalat sunah gerhana matahari boleh dipelankan, boleh juga dikeraskan, tetapi disunahkan pelan. Yang patut dicatat dalam tata cara shalat gerhana adalah dalam shalat gerhana tidak ada adzan dan ikamah.
Lalu, setelah selesai shalat gerhana dilanjutkan dengan dua khutbah sebagaimana khutbah Jumat. Namun jika shalat sunah gerhana matahari dilakukan sendirian, tidak perlu ada khutbah. Begitu juga jika semua jamaahnya adalah perempuan. Tetapi jika ada salah satu dari perempuan tersebut yang berdiri untuk memberikan mauidlah tidak ada masalah (la ba’sa bih).

Itulah jadwal jam dan lokasi untuk melihat gerhana Bulan total 8 November 2022 serta cara shalat gerhana. Selamat menunggu datangnya gerhana Bulan total. (Sumber : Lapan.go.id, Kompas.com dan Kontan.co.id)

SebelumnyaBiografi Singkat Abu Tumin Blang Bladeh

Berita Lainnya

0 Komentar