SEKILAS INFO
  • 10 bulan yang lalu / Website Masjid Oman Al-Makmur Kini Tampil dengan Wajah Baru
WAKTU :

IMAM MUDA MASJID OMAN SEMPURNAKAN SEPARUH AGAMA

Terbit 19 September 2021 | Oleh : abuabdurrahman | Kategori : Berita
IMAM MUDA MASJID OMAN SEMPURNAKAN SEPARUH AGAMA

Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Sabtu, Tanggal 18 September 2021/11 Shafar 1443 H adalah hari yang bersejarah dan istimewa bagi Masjid Oman Al-Makmur, wa bil khusus bagi Ustadz Mauliza Akbar dan Ustadzah Adinda Hd Yanti, karena pada hari tersebut mereka mengikrarkan akad nikah pertanda telah sah menjadi pasangan yang halal.

Acara yang dimulai tepat pada pukul 09.00 WIB ini berlangsung dalam suasana yang penuh khidmat dengan diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz T. Mardhatillah yang membacakan Surah An Nisa ayat 19-21.

Suasana Sebelum dimulai Prosesi Akad Nikah

Adapun dalam akad nikah tersebut, Khutbah Nikah disampaikan oleh Penghulu KUA Kec. Krueng Barona Jaya, Ustadz H. Akhyar Mohd. Ali M.Ag, yang dilanjutkan dengan ikrar lafaz Ijab Qabul antara Ustadz Mauliza dengan wali dari pihak wanita, yang karena uzur diwakili oleh Penghulu. Acara inipun diakhiri dengan Nasehat Pernikahan yang sangat menyentuh dari Ustadz Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin M.Pd dan ditutup dengan doa yang sangat khusyu’ oleh Ustadz Ivan Aulia, Lc. MA.

Ustadz Mauliza Akbar, Imam Muda Masjid Oman

Dalam khutbah nikahnya yang sangat singkat, Ustadz Akhyar mengungkap isi percakapan beliau dengan calon mempelai pria saat bimbingan di Kantor KUA Kec. Krueng Barona Jaya. Salah satu pertanyaan yang beliau tanyakan kepada Ustadz Mauliza adalah, “Apa tujuan anda menikah?”. Saat itu Ustadz Mauliza menjawab, “Saya ingin agar shalat saya lebih khusyu’.” Sontak jawaban ini membuat hati para jama’ah jadi terhenyuh, terutama si calon mempelai wanita, tampak matanya berkaca-kaca sembari sesekali menyekanya dengan tisu.

Prosesi Ijab Qabul

Selain itu, Ustadz Fakhruddin Lahmuddin dalam Nasehat Pernikahannya menyampaikan wejangan kepada jama’ah yang berhadir bahwa dalam sepengetahuan kita, Ustadz Mauliza Akbar ini adalah orang yang shaleh. “Kita yakin selain pengetahuannya yang sudah mumpuni, sikap dan perbuatannya sehari-hari juga baik. Oleh karena itu beruntunglah orang tua dari kedua mempelai karena si calon wanitanya juga orang yang shalihah, maka keduanya merupakan pasangan yang sangat cocok.” tuturnya. Beliau mengatakan dalam pembahasan fiqh, sangat dianjurkan orang tua dari wanita untuk menawarkan anaknya kepada laki-laki yang shaleh.

Suasana setelah Ijab Qabul

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa tujuan pernikahan yang utama diantaranya adalah لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا, karena dengan berkeluarga kita diharapkan mendapatkan ketentraman, kedamaian dan kesejukan. Maka, menjadi sangat berkurang maknanya bila di dalam kehidupan rumah tangga hilang suasana ketentraman dan kedamaian tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Khutbah Nikah oleh Ustadz Fakhruddin Lahmuddin

Maka kebahagiaan yang sebenarnya bukanlah terletak pada banyaknya harta, mewahnya rumah dan mahalnya fasilitas yang kita miliki. Akan tetapi, kebahagiaan yang sejati itu terletak pada jiwa yang tenang dalam menjalani kehidupan yang sementara ini.

Ustadz Fakhruddin juga mengatakan bahwa kunci untuk menghadirkan ketentraman tadi selain menunaikan kewajiban kepada Allah Ta’ala, hal lainnya adalah dengan akhlak. “Akhlak dalam konteks ini adalah memperlakukan pasangan masing-masing dengan sikap yang terbaik, termasuk memperlakukan istri secara patut sebagaimana Imam al Ghazali menyebutkan bahwa memperlakukan istri secara ma’ruf artinya tidak menyakiti hati istri dalam bentuk apapun dan bersabar ketika menghadapi sikapnya yang tidak menyenangkan hati kita.” sambungnya.

Jama’ah Majlis Akad Nikah khusyu mengikuti acara

Ustadz lalu menjelaskan bahwa Al-Qur’an sendiri telah mengisyaratkan wanita itu memang memiliki dunia dan sikapnya tersendiri. Laki-laki tetap dituntut untuk berlaku baik. “Wanita sering marah tanpa sebab, cerewet dan sebagainya, begitulah dunia mereka, namun sebaik-baiknya kita adalah yang paling baik kepada keluarganya.” tuturnya sambil mengutip hadits Nabi yang menerangkan Nabi adalah sebaik-baik contoh dalam berbuat baik kepada keluarga.

Kemudian Ustadz menyampaikan sebuah harapan, tidak hanya bagi yang sedang melangsungkan akad nikah, tetapi juga buat semua, bahwa dua insan yang menikah tentunya berasal dari keluarga mereka masing-masing, dimana si wanita misalkan dahulu hidup bahagia bersama orang tuanya, maka ketika berpindah hidup dengan kita hendaknya ia makin bahagia, begitu pula sebaliknya. Jangan yang terjadi justru sebaliknya, ia makin sengsara.

Salam ta’zhim kedua mempelai

Terakhir, Ustadz Fakhruddin menekankan bahwa nyaris tidak ada rumah tangga yang dalam kesehariannya tidak ada gesekan. Tentu saja akan ada masalah-masalah di segala sisi kehidupan sebuah rumah tangga. Hal ini disebabkan karena pernikahan ini adalah bersatunya dua insan yang berasal dari dua dunia yang berbeda. Maka dalam mengkompromikan hal inilah yang sering menyebabkan terjadinya gesekan-gesekan. “Maka kuncinya adalah saling memahami dan berpikir positif terhadap kekurangan pasangan serta mampu menahan diri dan menjaga ego kita dalam menyelesaikan semua persoalan.” tutupnya.

Doa kedua mempelai

Pernikahan pasangan muda ini banyak mendapatkan doa dan komentar yang positif dari berbagai pihak, diantaranya Ketua BKM Al-Makmur, Ustadz Dr. M. Jamil Ibrahim, MH. Beliau mendoakan agar kedua pasangan ini menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah, bahagia dunia akhirat serta senantiasa menjadi contoh bagi keluarga muda lainnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Imam Masjid Oman Al Makmur, Ustadz Ir. Fauzan Zakaria, M.Si dan Ketua AMMAR, Ustadz Mardani, SH yang turut menjadi saksi dan MC dalam acara pernikahan Ustadz Akbar ini, mereka berharap Masjid Oman ini selalu menjadi tempat bagi para mudi-mudi dalam membangun cita dan peradaban Islam, aktif sedari muda disini hingga akhirnya mengikrarkan akad di tempat yang mulia ini pula, karena itu menjadi ciri golongan yang akan mendapatkan naungan Allah Ta’ala di hari kiamat kelak.

Selain karib kerabat dan handai taulan, turut juga berhadir dalam majlis pernikahan ini yaitu pengurus BKM dan AMMAR, para alim ulama, tokoh-tokoh masyarakat dan intelektual, akademisi, remaja masjid, santri dan lain-lain. Congrat buat Ustadz Akbar!

بَارَكَ اللهُ لَكُماَ وَبَارَكَ عَلَيْكُماَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

SebelumnyaBAGI-BAGI TAKJIL DI TENGAH PANDEMI ALA MASJID OMAN SesudahnyaSOFYAN JALIL HADIRI PERNIKAHAN NESSA DAN AFIF

Berita Lainnya

0 Komentar