SEKILAS INFO
  • 10 bulan yang lalu / Website Masjid Oman Al-Makmur Kini Tampil dengan Wajah Baru
WAKTU :

Delegasi AMMAR Hadiri Kampanye Duta Milenial Kosmetik Aman

Terbit 4 Agustus 2021 | Oleh : abuabdurrahman | Kategori : Berita
Delegasi AMMAR Hadiri Kampanye Duta Milenial Kosmetik Aman

Banda Aceh | Hotel Permata Hati

Beberapa waktu lalu, Balai Besar POM Banda Aceh melaksanakan kegiatan kampanye pembentukan “Duta Milenial Kosmetik Aman” yang diselenggarakan selama dua hari yaitu 27-28 Juli 2021. Kegiatan diselenggarakan di dua tempat yaitu Hotel Permata Hati Banda Aceh dan Kantor Balai Besar POM di Banda Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh 28 (dua puluh delapan) peserta terdiri dari 9 orang siswa SMA, 9 orang mahasiswa, 4 orang remaja mesjid, 4 orang duta wisata dan 2 orang pramuka, termasuk perwakilan dari Remaja Masjid Oman Al Makmur, yaitu Sdri. Rahmah Rohadatul ‘Aisy, Tahara Masyitah Anasya dan Dara Asyifa.

Delegasi AMMAR (Aneuk Muda Masjid Al Makmur) ini turut berpartisipasi setelah mendapatkan penugasan langsung dari masjid, dalam hal ini ketua umum, dimana para delegasi ini diharapkan dapat mengambil peran serta ilmu yang bermanfaat tentunya dari acara tersebut. Mereka adalah kader-kader terbaik yang berasal dari berbagai divisi dalam kepengurusan AMMAR yang turut aktif dalam berbagai kesempatan diskusi, baik dengan narasumber maupun dengan peserta lainnya guna menambah jalinan silaturrahim.

Kegiatan Duta Milenial Kosmetik Aman ini dibuka secara luring oleh Kepala Balai Besar POM di Banda Aceh, Bapak Abdul Rahim. Beliau menyampaikan bahwa, “Belakangan ini konsumsi masyarakat terhadap produk obat dan makanan cenderung meningkat, sementara pengetahuan masyarakat akan hal tersebut masih belum memadai untuk dapat memilih dan menggunakan produk secara tepat, benar, dan aman. Maka pentingnya mengetahui dan memahami bagaimana suatu produk dikatakan aman untuk dikonsumsi, yaitu dengan melakukan langkah-langkah sederhana “Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluarsa”.

Hal penting lainnya yang menjadi bagian dalam pengawasan obat dan makanan yaitu menerapkan sistem pengawasan yang dilakukan berdasarkan landasan tiga pilar sistem pengawasan Badan POM, diantaranya: (1) Pemerintahan yaitu melakukan pengawasan pre-market dan post-market, (2) Industri yaitu pihak badan usaha harus menjamin mutu, manfaat, dan khasiat obat dan makanan yang dihasilkan dengan cara melakukan uji kelayakan suatu produk, dan (3) Masyarakat yaitu ikut andil dalam memilih produk yang akan dikonsumsi serta cerdas dalam menyikapi informasi akan produk yang belum memenuhi standar aman suatu produk, tambah Kepala Balai Besar POM di Banda Aceh tersebut.

Sementara itu, Ibu Fahmiyati selaku kepala YaPKA (Yayasan Perlidungan Konsumen Aceh) menuturkan bahwa, “Sebagai konsumen dan pelaku usaha ada hak dan kewajiban yang harus diketahui dan dipahami agar dapat memberikan kenyamanan bagi kedua belah pihak nantinya. Maka penting bagi konsumen untuk mewaspadai produk-produk yang belum memenuhi standar kelayakan, seperti; cek kualitas kemasan dalam kondisi baik atau bersih, tidak bocor, tidak menggelembung atau penyok, selanjutnya adanya label; nama produk, adanya nama dan alamat produsen, komposisi produk, kode produksi, aturan pakai, kemudian adanya izin edar, pastikan produk yang dibeli sudah memiliki izin edar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Serta terteranya batas waktu atau tanggal diperbolehkan obat dan makanan untuk dikonsumsi”. Beliau menegaskan, “pentingnya menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam mengkonsumsi suatu produk terutama produk kosmetik yaitu dengan menjadi konsumen berdaya. Konsumen berdaya yaitu konsumen yang mampu memahami dan mengimplementasikan diri atas hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Maka “Jadilah konsumen berdaya”.

Peserta serius mengikuti acara

Kegiatan lainnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Duta Milenial Kosmetik Aman ini dilakukan dengan beberapa kegiatan diantaranya; pemaparan  materi, diskusi, Micro Teaching Duta Kosmetika Aman serta Site Visit Pelayanan Publik dan Laboratorium.

Semangat dan antusias para peserta terlihat dari aktifnya sesi diskusi di sela materi. Melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yakni Pembentukan Duta Milenial Kosmetik Aman, diharapkan dapat membentuk agen-agen perubahan masyarakat serta spokeperson Badan POM untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam memilih dan menggunakan kosmetik yang aman dan tepat secara cerdas, termasuk bagaimana menyaring dan menelaah informasi kosmetik dari penandaan dan iklan yang mereka jumpai sehari-hari.

Sebelumnya12 Relawan Multimedia akan Perkuat Tim Hubmas TI Masjid Oman SesudahnyaBAGI-BAGI TAKJIL DI TENGAH PANDEMI ALA MASJID OMAN

Berita Lainnya

0 Komentar