SEKILAS INFO
  • 4 bulan yang lalu / Website Masjid Oman Al-Makmur Kini Tampil dengan Wajah Baru
WAKTU :

PERSIAPKAN DIRI UNTUK AKHIRAT KITA (Tgk. Ameer Hamzah)

Terbit 18 May 2021 | Oleh : abuabdurrahman | Kategori : Berita
PERSIAPKAN DIRI UNTUK AKHIRAT KITA (Tgk. Ameer Hamzah)

Ceramah Ramadhan Ke-29 | Masjid Oman Al Makmur

Puji syukur kepada Allah. Shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan sahabatnya.

Alhamdulillah kita sudah berada di penghujung dari bulan Ramadhan. Mudah-mudahan semua amal kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Di awal atau sebelum Ramadhan, Allah menyeru kita dengan panggilan yang mesra, seruan dalam surat Al Baqarah 183, orang-orang beriman untuk melaksanakan puasa. Dan sebagai hamba Allah, kita telah melaksanakannya sebulan ini, termasuk amal ibadah lainnya seperti qiyamullail, infaq, shalat tarawih, tadarus dan seterusnya. Semua itu tujuannya adalah agar Allah berkenan mengampuni dosa-dosa kita.

عن ابي هريرة رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه و سلم، قال : من صام رمضان إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ من ذَنْبِهِ. (متفق عليه)

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang salat malam pada Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37 1904, 1905)

Maka wajar Allah memuji hamba-hambanya:

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى 

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 14)

Orang yang menyucikan diri disini adalah dengan melaksanakan berbagai ibadah wajib dan sunnah. Sebagaimana kita ketahui yang sunnah bernilai seperti wajib di bulan ini, sedangkan yang wajib berlipat ganda di sisi Allah.

Semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini akan diterima jika hati kita adalah hati yang salim, tidak suka mendengki, tapi hati yang sejahtera. Maka orang-orang yang beriman tidak akan suka menyesatkan orang atau kelompok lain selama itu masih ada dalam koridor Islam, kecuali kelompok-kelompok yang sudah disesatkan oleh jumhur ulama.

Semoga termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung sebagaimana disebutkan dalam surat al A’la di atas, yang benar imannya dimana tidak pernah menjelekkan sesama orang yang beriman. Kita harus saling menghargai terhadap berbagai perbedaan. Tidak boleh berebut masjid, merusak masjid dan mengganti kepengurusan imam seenaknya dan lain sebagainya.

Allah Ta’ala selanjutnya berfirman,

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى  

“Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat.”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 15)

Ada ulama tafsir yang menafsirkan ayat ini terkait dengan takbir dan shalat hari raya. Namun ada juga yang mengatakan ذكر disini adalah selalu bersama Allah. Dan فصلي disini tidak terbatas pada shalat ied saja. Tapi semua shalat. Demikian juga zakat, tidak hanya zakat fitrah saja, tapi termasuk zakat mal.

Petani merasa sangat bahagia jika melihat hasil sawahnya dapat dipanen. Semua bergembira, tidak ada sesama petani itu saling menjelekkan apalagi jika hasil panennya berlipat dari seunaleh menjadi bergunca-gunca. Begitu juga kita dalam beribadah, janganlah saling menjelekkan. Misal terkait perbedaan jumlah raka’at tarawih. Sehingga bertengkar di media, terutama medsos. Sehingga orang awam jadi bingung, bisa-bisa tidak shalat pada akhir kesimpulannya. Dan yang tertawa senang adalah orang-orang kafir karena perpecahan kita ini.

Padahal shalat tarawih baik 8 maupun 20 keduanya benar dan ada dalilnya masing-masing.

Lanjutan ayat,

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا

“Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 16)

Ada satu golongan (jumhur mengatakan orang-orang kafir) mereka cenderung mencari kehidupan dunia. Tidak memanfaatkan Ramadhan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah (akhirat).

وَا لْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ وَّ اَبْقٰى

“padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 17)

Padahal akhirat itu lebih baik.

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُ وْلٰى 

“Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,”

صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى

“(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 18-19)

Kabar tentang akhirat itu lebih baik juga telah diceritakan dalam kitab-kitab terdahulu termasuk dalam shuhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.

Maka kita harus kejar akhirat kita karena hidup kita di dunia ini tidak lama dan bukan utama. Kembali kepada filosofi petani tadi, mari terus menanam dengan sebaik-baiknya, insyaAllah di akhirat nanti tempat kita memanen hasilnya. InsyaAllah.

SebelumnyaMENGENDALIKAN HAWA NAFSU SECARA OPTIMAL (Hajarul Akbar Al Hafizh MA) SesudahnyaMASJID OMAN GELAR SHALAT KHUSUF

Berita Lainnya

0 Komentar