SEKILAS INFO
  • 5 bulan yang lalu / Website Masjid Oman Al-Makmur Kini Tampil dengan Wajah Baru
WAKTU :

MASJID OMAN GELAR SHALAT IDUL FITRI 1442 H

Terbit 13 Mei 2021 | Oleh : abuabdurrahman | Kategori : Berita
MASJID OMAN GELAR SHALAT IDUL FITRI 1442 H

Masjid Oman Al Makmur | Banda Aceh

Pengurus Masjid Oman Al-Makmur hari ini, Kamis (13/05/2021), menggelar shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Oman Al Makmur Gampong Lampriet Banda Aceh. Shalat ied dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan dihadiri oleh ribuan jama’ah dari berbagai penjuru kota Banda Aceh baik kaum pria maupun wanita termasuk anak-anak, yang sudah mulai memadati masjid sejak awal pagi.

Jama’ah memadati masjid Oman sejak pagi hari

Begitu padatnya jama’ah yang hadir untuk shalat ied hingga shaf-shaf shalat meluber ke halaman pekarangan sekitar masjid. Tentunya segala sesuatu sudah diperhitungkan sebelumnya oleh pengurus BKM sehingga halaman pekarangan yang biasanya diperuntukkan sebagai tempat parkir kendaraan dikosongkan agar dapat memuat jama’ah yang bakal hadir membludak nantinya.

Ustadz Jamil selaku Ketua BKM sedang memberikan kata pengantar sebelum dimulainya shalat ied

Tata laksana shalat Idul Fitri 1442 H, yang bertindak sebagai khatib Idul Fitri kali ini adalah Kol (Purn) Dr. Ahmad Husein, MA. Sedangkan imam shalat ied adalah Ustadz Mufid Al-Izza. Shalat ied dilaksanakan tepat pada pukul 07.30 WIB, setelah terlebih dulu didahului dengan gemuruh takbir sejak awal pagi kamudian Laporan umum dan keuangan dari Abu Ketua Umum Dr. M. Jamil Ibrahim, SH, MH. MM., saat menjelang akan ditunaikannya shalat ied.

Jama’ah shalat ied sedang khusyu mendengarkan khutbah

Khatib di awal khutbahnya yang berjudul “MENSINERGIKAN NILAI-NILAI RAMADHAN
DAN IDUL FITRI DALAM KEHIDUPAN NYATA” menyampaikan rasa yang bercampur baur senang dan sedih, gundah dan puas karena betapa tingginya perhatian kita terhadap bulan suci Ramadhan yang telah pergi ini. Kepergiannya akan menyisakan tanda tanya, apakah kita masih bisa berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Kemudian apakah Ramadhan yang telah kita jalani ini telah berhasil dengan baik sehingga dosa-dosa kita terampuni.

Dr. Ahmad Husein sedang memberikan khutbah ied

Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa Ramadhan dan Idul Fitri adalah 2 momentum yang sangat penuh makna, dimana selama Ramadhan kita dilatih untuk membangun hubungan dengan Allah (hablumminallah), maka saat Idul Fitri adalah kesempatan kita untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Terkait hablumminannas saat ini kita juga masih diuji tidak bisa pulang kampung karena khawatir akan merebaknya COVID-19 yang lebih luas sehingga hanya bisa secara virtual.

Ramadhan yang kita lalui kemarin juga telah mengajarkan banyak hal, diantaranya tentang kedisiplinan waktu, baik itu menjaga waktu imsak maupun berbuka, dan relevansinya dengan kondisi saat ini adalah disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu puasa juga telah mengajarkan kita menjadi seorang yang jujur dan amanah, dimana kita tidak makan dan minum serta melakukan hal yang membatalkan puasa lainnya, padahal tidak ada yang melihat. Selanjutnya puasa juga telah menuntun kita untuk memiliki jiwa yang sehat, ikhlas, tabah, ulet dan pemberani sehingga itu menjadi modal besar dalam pergaulan untuk bisa terhindar hal-hal yang negatif seperti narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya.

Jama’ah memadati Masjid Oman Al Makmur hingga ke area parkir

Dr. Ahmad mengatakan, goal estimate dari puasa ini adalah mewisudakan para muttaqin sebagai alumni Ramadhan, dimana manusia muttaqin posisinya sangat dekat dengan Allah, ia senantiasa menyadari bahwa setiap saat selalu diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Maka mari kita terus memperbaiki diri menjadi insan kamil yang muttaqin yang setiap perbaikan itu harus diawali dari pribadi kita masing-masing. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar Ra’du ayat 11,

 اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَ نْفُسِهِمْ

“..Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 11)

Di akhir khutbahnya, Dr. Ahmad mengajak kepada seluruh jama’ah agar dapat menjadi insan yang pemaaf serta terus menebarkan kebajikan dengan memperbaiki kualitas diri sehingga Allah akan mencintai kita dan menjadikan negeri kita negeri yang Baldatul Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Jama’ah mendengarkan khutbah dengan tertib

Shalat ied pun diakhiri dengan anjuran tanpa berjabat tangan diantara sesama jama’ah dikarenakan masih meningginya angka kasus COVID-19 di Aceh. Walaupun banyak keterbatasan, suasana ied di Masjid Oman tetap terasa penuh khidmat.

SebelumnyaZAKAT FITRAH, PAKAI BERAS (MAKANAN POKOK) ATAU UANG? (Dr. Armiadi Musa, MA) SesudahnyaMENGENDALIKAN HAWA NAFSU SECARA OPTIMAL (Hajarul Akbar Al Hafizh MA)

Berita Lainnya

0 Komentar