Ketua Dewan Pengawas BKM Al-Makmur Jadi Kadisperindag Aceh


Banda Aceh | Masjid Oman Al-Makmur

Pengurus BKM Al-Makmur dan anggota masyarakat Gampong Bandar Baru Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas kepercayaan Pemerintah Aceh yang telah mengangkat dan melantik Ir. Mohd. Tanwier, MM sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan Aceh.

Dalam kepengurusan BKM Al-Makmur Bandar Baru (Lampriek) periode 2020-2024 Ir. Mohd. Tanwier, MM yang terkenal dengan panggilan Pak Baong dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pengawas. Badan Kepengurusan Masjid (BKM) Al-Makmur berdasarkan Surat Keputusan Keuchik Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh Nomor 19 Tanggal 10 Februari 2020 terdiri dari atau merupakan gabungan dari empat Dewan di dalamnya, yaitu Dewan Pembina yang diketuai oleh Camat Kuta Alam, Dewan Penasehat yang diketuai oleh Prof. Dr. Drs. H. Nazaruddin AW, MA., Dewan Pengawas yang diketuai oleh Ir. H. Mohd. Tanwier, M.M., Dewan atau Majelis Imam yang diketuai oleh Ustadz Ir. H. Fauzan Zakaria, M.Si., dan Dewan Kepengurusan yang diketuai oleh Abu Dr. Drs. Tgk. H. M. Jamil Ibrahim, S.H., M.H., M.M. Pengurus BKM Al-Makmur tersebut adalah hasil pemilihan Musyawarah Besar (MUBES) Masyarakat Gampong Bandar Baru yang panitia mubesnya dibentuk dengan SK Keuchik Gampong Bandar Baru.

Pak Baong juga aktif dalam kepengurusan Koperasi Al-Hilal sebagai sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dioperasikan oleh pengurus BKM, jamaah Masjid Oman Al-Makmur dan masyarakat yang telah memenuhi syarat keanggotaan demi kepentingan bersama. Beliau terpilih sebagai anggota Badan Pengawas koperasi tersebut.

Kiprah Pak Baong dalam birokrasi pemerintahan memang tidak diragukan lagi, beliau ini sudah memiliki jam terbang yang memadai di lingkungan birokrasi pemerintahan di Aceh. Dia dikenal sebagai PNS yang lama berkecimpung di Dinas Pekerjaan Umum. Dia tercatat pernah memimpin sejumlah dinas, baik di kabupaten maupun provinsi. Terakhir, ia pernah menjabat sebagai Pj Bupati Aceh Tengah.

Rumah pribadi tempat tinggal beliau di Jalan Pari Gampong Bandar Baru (Lampriek) bersebelahan dengan Meunasah Baitul Makmur Gampong Bandar Baru, maka tidak heran kalau Pak Baong sering shalat berjamaah di meunasah ini dengan pakaian gamisnya. Habis shalat dan memanjat doa tidak langsung balik kanan pulang kerumah, apalagi kalau ada H. Edi Akhyar muazzin senior meunasah tersebut ada saja topik-topik pembicaraan yang hangat beliau perbincangkan berdua sambil menghirup dan melepaskan asap rokok masing-masing.

Setelah beberapa lama vacum bahkan sempat ada yang menduga beliau sudah pensiun dini, kini Pak Baong telah ditarik kembali ke alam birokrasi pemerintahan Aceh sejak hari Rabu tanggal 10 Juni 2020 bertepatan dengan tanggal 18 Syawal 1441 H., masa-masa santai yang pernah dinikmatinya selama ini akan segera sirna dengan beban tugas dan tanggung jawab yang terpundak dibahu beliau sekarang di Disperindag Aceh. Namun demikian sesibuk apapun beliau di sana, kita tentu masih mengharapkan ada waktu-waktu yang terluang yang bisa beliau hibahkan untuk memikirkan dan mengarahkan demi kemakmuran Masjid Al-Makmur dan Koperasi Al-Hilal Lampriek. Selamat bertugas Pak Baong dan mudah-mudahan amanah Pemerintah Aceh yang telah dipercayakan kepada bapak dalam sektor perindustrian dan perdagangan dapat dijalankan dengan baik sebagaimana mestinya. Akankah kontiner-kontiner barang masuk ke Aceh masih dikembalikan ke pelabuhan asal dalam keadaan kosong setelah barangnya dibongkor di Aceh tanpa mengisi dengan barang-barang dagangan hasil pertanian dan industri dari Aceh sebagaimana terjadi selama ini ? Mudahan-mudahan Allah SWT memberi cara dan kemampuan kepada pak Baong dalam mengubah kondisi ini.